Kamis, 24 Maret 2016 - 13:12:50 WIB
Yusril: Menteri Rini Jangan Jebak Presiden JokowiKategori: Nasional - Dibaca: 568 kali


Baca Juga:Indonesia Dorong Semua Pihak Jaga Keamanan Laut Tiongkok SelatanKaty Perry-Orlando Bloom Menjalin HubunganDjarum Foundation Kucurkan Bonus Kepada Praveen/Debby Oezil Ingin Secepatnya Wenger Hengkang

JAKARTA-Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan ada pelajaran penting yang dapat diambil dari kasus demo sopir angkutan di Jakarta yang banyak diwarnai aksi kekerasan.

Terkait dengan demo pengemudi angkutan, Yusril mengingatkan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung juga bisa menjadi masalah serius bagi pemerintah.

Menurut Yusril, proyek mercusuar Kementerian BUMN itu menyimpan banyak masalah seperti tidak adanya adanya izin dari Kementerian Perhubungan, tidak adanya kajian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), dan tidak urgen untuk kepentingan rakyat banyak.

Yang tidak kalah fatalnya adalah dampak finansial dari proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung mengakibatkan kita harus berutang ke China sebesar Rp 79 triliun yang harus dibayar hingga anak cucu kita selama 60 tahun.

"Dan, jika proyek prestisius itu gagal sama halnya Menteri BUMN menjebak Presiden Jokowi yang secara konstitusional sangat berbahaya," ujar Yusril dalam keterangan tertulisnya, Kamis (24/3/2016), seperti dilansir dari inilah.com.

Yusril menegaskan seorang menteri sebagai pembantu presiden harus melaksanakan program sesuai dengan memperhatikan aspek ekonomi, hukum, dan asas kemanfaatan. Seorang menteri juga tidak boleh mengabaikan suara publik dan memaksakan ambisi pribadinya dalam merancang sebuah proyek.

"Kalau ada menteri yang begini, yang kasihan presidennya menjadi sasaran tembak," ujarnya.

Yusril pun mengusulkan agar Menteri BUMN Rini Soemarno berbesar hati mengevaluasi proyek tersebut, kalau perlu membatalkannya. Ia minta Menteri BUMN tidak ngotot dengan proyek tersebut yang dapat berakibat fatal.

Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung memang proyek kontroversial. Sejak awal proyek tersebut mengundang banyak kritik dari berbagai kalangan. Yusril berharap jangan karena ada ulah satu orang menteri, citra pemerintahan secara keseluruhan akan tercoreng.  Gan


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.