Kamis, 28 April 2016 - 15:04:21 WIB
Bupati Anas Gairahkan Bisnis Pariwisata di BanyuwangiKategori: Wisata - Dibaca: 730 kali


Baca Juga:Kontak Senjata di Poso, Satu Anak Buah Santoso TewasIndonesia Periksa Lima Warga China Penerobos Lanud HalimTKI Jadi Sasaran ISIS, BNPT akan SelidikiMohamad Taufik Kembali Diperiksa KPK

BANYUWANGI-Kabupaten Banyuwangi saat ini merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang sedang mengembangkan wisatanya secara besar-besaran. Banyak lokasi wisata di Banyuwangi menjadi incaran wisatawan domestik dan asing. Beberapa hal dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk meningkatkan jumlah wisatawan seperti mengubah image Banyuwangi dan juga mengubah budaya di sana.

Dengan perubahan-perubahan yang dilakukan, jumlah wisatawan ke Banyuwangi meningkat hampir 3 kali lipat, dari sebelumnya 700 ribu wisatawan menjadi 2 juta wisatawan. Hal ini tentunya ikut menggairahkan bisnis pariwisata lokal.

"Bagi Banyuwangi pariwisata ini bukan hanya bagian untuk mendapatkan uang dan turis, tapi bagi Banyuwangi ini adalah upaya untuk mengubah culture dan image dulu masyarakatnya nggak terlalu ramah kepada orang datang, kemudian masih kotor, kumuh dan tidak menjaga lingkungan dengan baik, nah culture-culture ini kalau hanya pidato ini tidak cukup, maka harus ada langkah-langkah terintegrasi nah maka pariwisata kami pilih. Kemudian juga wisatawan kita cuma 700 ribuan sekarang sudah hampir 2 juta untuk wisatawan nusantara, wisatawan asing dulu tidak sampai 10 ribu hanya 5 ribu, sekarang target kita 57 ribu orang di 2016," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, kepada detikFinance, di acara Rapat Koordinasi Nasional Kepariwisataan, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Sebelumnya, Banyuwangi terkenal dengan image yang buruk, dengan adanya perubahan budaya ini banyak hal positif yang berdampak pada pariwisata Banyuwangi itu sendiri. Ia mencontohkan, salah satu daerah wisata di Banyuwangi yaitu Pantai Bangsring yang semula anak muda di sana tidak mau menjaga ekosistem, sekarang menjaga ekosistem dan mendatangkan uang serta wisata.

"Contoh misalnya di Bangsring, di sana dulu budayanya ngebom ikan, sudah pidato ditangkapin aparat keamanan tetap tidak berubah tapi begitu pariwisata ada perubahan culture yang mendasar, anak-anak mudanya berubah yang tadinya ngebom ikan sekarang nanam terumbu karang dia mau bersihin pantai, bahkan dia mau menjaga ekosistem dan itu kemudian melahirkan uang, datang pariwisata tidak ada barang hilang lagi karena sekali barang hilang image-nya berubah,"

"Sekarang muncul Bangsring underwater, wisata laut sudah ada rumah apung liat terumbu karang yang tumbuh dulu hancur dan itu bukan dari Pemda dari rakyat dan kemudian dia membangun toilet sendiri tanpa bantuan APBD, sekarang kalau Sabtu Minggu ribuan orang datang ke rumah apung bahkan anak-anak bisa mandi menyelam didampingi ikan hiu yang mereka jaga itu perubahan sikap, Banyuwangi yang dulu terkotor nomer 2 sekarang sudah bersih terus," lanjut Anas.

Anas mengatakan saat ini pihaknya berencana untuk mengembangkan Bandara Banyuwangi untuk menambah jumlah penerbangan dari dan ke Banyuwangi. Dalam waktu dekat akan ada penambahan 3 penerbangan dari Garuda Indonesia.

"Bandara banyuwangi perkembangannya sangat menggembirakan dari 4.000 orang per tahun sekarang ini bandara kita sudah 115.000 orang pertahun, jadi menurut saya konektivitas itu penting untuk mendorong ekonomi khususnya pariwisata nah maka kalau diceritakan sekarang sudah ATR, sudah ada Garuda, ada Wings, mulai bulan depan rencana Garuda masuk 2 kali, dalam sehari 2 kali, mulai bulan depan akan ditambah lagi 3-4 penerbangan Surabaya-Banyuwangi," sebutnya.

"Juga akan ada Banyuwangi-Denpasar dulu sudah terbang karena ada 2 gunung meletus sehingga naik turun penumpang sempat tutup sekarang akan dibuka kembali oleh Garuda, masih dikaji oleh Garuda tapi yang pasti akan nambah 3 flight kami sudah terima suratnya dari Garuda itu," tuturnya. Sumber:detikfinance.com


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.