Kamis, 10 Maret 2016 - 11:22:52 WIB
Rupiah Mulai KokohKategori: Ekbis - Dibaca: 631 kali


Baca Juga:Jadwal Pertandingan Liga Europa, Jumat Dini Hari Benfica Bungkam Zenit St Petersburg PSG Singkirkan ChelseaKapolri Lantik 3 Kapolda

JAKARTA-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan hari ini menguat dibanding penutupan pada Selasa kemarin. Penguatan rupiah hari ini di tengah tertekannya euro menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB).

Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini menguat terhadap USD atau berada di level Rp13.123/USD. Rupiah semakin terlihat menguat pada pukul 09.55 WIB dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.169/USD.

Data Bloomberg, rupiah dibuka berada di level Rp13.129/USD dengan kisaran Rp12.116-Rp13.165/USD. Namun, rupiah terlihat terus menguat ke level Rp13.119/USD pada pukul 10.58 WIB. Posisi itu terlihat semakin menguat dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.160/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berada di level Rp13.125/USD. Posisi ini terlihat perkasa dari posisi penutupan Selasa kemarin yang berada di level Rp13.169/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.149/USD. Posisi ini memburuk dari posisi sebelumnya di posisi Rp13.128/USD.

Dilansir dari Reuters, euro berada di bawah tekanan di perdagangan Asia pada hari ini menjelang pertemuan ECB yang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah atas pelonggaran lebih lanjut, setelah Reserve Bank of New Zealand mengejutkan pasar karena telah menurunkan suku bunga.

Euro terhadap USD turun 0,1% ke posisi 1,0986 dan tergelincir sekiyar 0,2% terhadap yen ke level 124,39. Sementara, USD terhadap yen terlihat stabil. 

ECB diperkirakan akan memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi -0,40%, memperkenalkan pembelian aset dan mungkin memperkenalkan suku bunga berjenjang seperti Bank of Japan dalam upaya untuk meningkatkan inflasi, menurut jajak pendapat Reuters.

"Ini mungkin bukan pandangan konsensus, tetapi pasar hampir menunggu ECB," kata Jennifer Vail, kepala penelitian pendapatan tetap di Manajemen US Bank Wealth di Portland, Oregon, seperti diberitakan sindonews.com. Lia

 

0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.