Selasa, 25 Agustus 2015 - 12:19:45 WIB
Presiden Guatemala Tak MundurKategori: Internasional - Dibaca: 671 kali


Baca Juga: Arsenal-Liverpool ImbangSBY: Butuh Kepemimpinan Direktif yang JelasPertamina Tambah Alokasi Jual Pertalite di BaliKPK Gelar Pertemuan Tertutup dengan Kapolri dan Kejagung

GUATEMALA-Presiden Guatemala Otto Perez Molina pada Minggu waktu setempat  (Senin WIB) menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengundurkan diri dan menolak tuduhan menjadi salah seorang terkait skandal korupsi yang mengguncang politik negaranya.

Jaksa dan pejabat dari Komisi Investigasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat lalu (21/8) mengumumkan bahwa menemukan bukti mendalam yang melibatkan Perez dan mantan Wakil Presiden Roxana Baldetti dalam skema sangat terorganisir mengurangi bea importir berimbalan sangat besar besar.

Hanya berselang dua minggu menjelang pemilihan umum, AFP melaporkan, Perez membuat pernyataan kepada warganya bahwa dirinya berjanji untuk mematuhi proses hukum, tetapi tidak akan berhenti dari jabatannya.

Ia kembali menegaskan, menolak hubungannya dengan skema suap tersebut dan menerima uang dari penipuan dalam pengoperasian bea cukai.

"Saya tidak akan mengundurkan diri. Dengan kekuatan dan karakter, saya menolak keterlibatan saya dalam kasus ini. Saya tidak bisa menolak bahwa terjadi kegagalan dalam pemerintahan saya dan pejabat yang dekat dengan saya atau yang saya tunjuk," ujarnya.

Perez menimpali, "Jadi, ini memaksa saya untuk membuat permintaan maaf kepada publik."

Kasus penipuan jutaan dolar Amerika Serikat (AS) telah membalikkan politik Guatemala sejak April 2015, sehingga Perez memecat sejumlah pejabat tinggi, dan memaksa pengunduran diri Wakil Presiden Baldetti dan saat ini ingin menjangkau jabatan tertinggi di negara itu.

Rakyat Guatemala tengah menyiapkan pemilihan umum pada 6 September 2015.

Perez, kini 64 tahun, adalah pensiunan jenderal konservatif yang berakhir masa jabatannya pada Januari 2016, dan dirinya tidak dapat mengikuti pemilu kembali.

Ia menghadapi tuduhan korupsi berdasarkan sekira 86.000 panggilan telepon kawat yang disadap, yang ditemukan rencana berjulukan "La Linea" (garis) sebagai sebutan saluran khusus telepon para pelaku bisnis untuk menghubungi jaringan korupsi petugas bea cukai Guatemala. Jok/Ant


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196387)Menikah di Bali (27731)Tampil di Jakarta (26775)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16343)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14230)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13956)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12793)Profil Susi Pudjiastuti (12326)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11867)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11649) INTERNASIONALAbu Sayyaf Culik 5 WNI, Menlu RI Panggil Wakil Malaysia dan FilipinaJAKARTA-Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi memanggil perwakilan ...


Konflik Natuna dan Klaim Laut China Selatan Bikin ASEAN MeradangChina Resmi Tugaskan Kapal Perang Terbesar di AsiaLa Catrina, Bos Cantik Geng Narkoba Ditembak Mati Polisi MeksikoKata Mahathir, Israel Harus Diadili ICC karena 3 AlasanJet Tempur J-15 China Mulai Lepas Landas dari Kapal Induk ShandongTaliban Klaim Serangan yang Tewaskan Tentara AS di AfghanistanIni Dia Pemimpin Termuda Dunia
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu