Senin, 06 Oktober 2014 - 18:59:09 WIB
Kemungkinan Harga Elpiji tak akan Naik LagiKategori: Ekbis - Dibaca: 792 kali


Baca Juga:Terjadi Baku Tembak di Perbatasan India-Pakistan PPP Kecewa Tak Masuk Paket Pimpinan MPR KMPCourtois Dilarikan ke Rumah SakitPemilihan Pimpinan MPR Ditunda

JAKARTA-PT Pertamina (Persero) memastikan tidak akan menaikkan harga elpiji 12 kilogram hingga akhir 2014 karena kenaikan harga akan diberlakukan pada awal 2015.

"Tahun ini sudah dua kali naik, yaitu awal Januari dan 10 September lalu, jadi tahun ini tidak ada lagi kenaikan (harga elpiji). Baru akan naik pada 2015," kata Vice President Corporate Communication pt Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Senin (6/10/2014), seperti dilansir dari inilah.com.

Meski harga elpiji 12 kg baru akan naik pada awal 2015, Ali mengatakan kenaikannya akan bertahap hingga 2016 hingga mencapai harga keekonomian.

Skema kenaikan harga elpiji 12 kg ini juga sudah disampaikan dan disetujui oleh pemerintah melalui pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian ESDM, Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta Menteri BUMN. "Untuk elpiji, kami sudah menyusun 'road map' dan rencananya kami lakukan bertahap, yakni awal 2015, pertengahan 2015, awal 2016 dan sisanya benar-benar mencapai harga keekonomian di 2016," katanya.

Sesuai peta jalan (roadmap) yang sudah diserahkan ke pemerintah, Pertamina berencana menaikkan harga elpiji 12 kg sebesar Rp 1.500 per kg pada 1 Januari 2015.

Selanjutnya, harga elpiji dinaikkan Rp 1.500 per kg setiap enam bulan hingga keekonomian.
Per 1 Juli 2015 naik Rp 1.500 per kg, 1 Januari 2016 naik Rp 1.500 per kg, dan 1 Juli 2016 naik Rp 1.500 per kg. Setelah 1 Juli 2016, harga elpiji diperkirakan mencapai keekonomian.

Seperti telah disampaikan sebelumnya, Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg untuk menekan kerugian atas lini bisnis tersebut.

Dijelaskan Ali, harga pokok elpiji impor saat ini mencapai Rp 11.000 per kilogram. Nilai tersebut belum termasuk biaya pengisian dan transportasi sehingga total biaya produksinya jauh lebih mahal dari harga jual ke masyarakat.

Selain kondisi tersebut, harga kontrak Aramco yang ditetapkan dalam mata uang dolar Amerika Serikat juga mengalami fluktuasi yang mempengaruhi harga pokok elpiji yang didominasi oleh impor.

"Memang biaya pokok elpiji sudah jauh di atas harga jual kami kepada masyarakat. Jangankan elpiji, komoditas apapun kalau beli lebih mahal dari harga jual, pasti merugi," katanya. Joy


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.