Senin, 06 Oktober 2014 - 18:23:39 WIB
Bonaran Situmeang Ditahan KPKKategori: Polhukam - Dibaca: 779 kali


Baca Juga: Sengketa Suara Pilkada Kini Diadili MAFadli Zon tantang KPK tangkap Setya Novanto PPP Protes Koalisi Merah PutihHasil Lengkap La Liga Sabtu Malam

JAKARTA-Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/10/2014).

Bonaran ditahan, setelah diperiksa selaku tersangka kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Tapanuli Tengah, di Mahkamah Konstitusi (MK).

Mengenakan kemeja batik dibalut dengan rompi tahanan KPK berwarna orange, dia meyebut penehanan ini adalah bentuk pendhaliman pada dirinya."Penahanan ini dzhalim," kata Bonaran di Gedung KPK, seperti dilansir dari inilah.com.

Bonaran tetap berkelit, tidak melakukan suap seperti yang dituduhkan KPK pada dirinya. Namun, rupaya KPK punya dua alat bukti sehingga Bonaran dijebloskan ke penjara.

"Ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Guntur," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi.

Penetapan tersangka Bonaran merupakan pengembangan kasus yang menjerat mantan Ketua MK Akil Mochtar.

Ia disangka melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

‎Bonaran sudah dicegah ke luar negeri sejak tanggal 22 Agustus 2014 sampai enam bulan ke depan. Adapun tujuan pencegahan, supaya sewaktu-waktu diperlukan keterangannya, Bonaran tidak sedang berada di luar negeri.

Dalam putusan Akil, Bonaran disebut terbukti menyuap Akil sebesar Rp1,8 miliar. Uang tersebut diduga kuat terkait dengan pelaksanaan pilkada di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah dimenangkan oleh pasangan Bonaran dan Sukran Jamilan Tanjung. Namun keputusan KPUD Tapanuli Tengah digugat oleh pasangan lawan.

Saat perkara permohonan keberatan itu diproses di MK, Akil disebut menelepon seseorang bernama Bakhtiar Sibarani dan menyampaikan agar memberi tahu Bonaran untuk menghubungi Akil.

Melalui Bakhtiar, Bonaran menyanggupi dan menyetor duit ke Akil. Padahal saat itu, Akil tidak menjadi anggota hakim panel. Panel untuk sengketa Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah saat itu adalah Achmad Sodiki (ketua), Harjono, dan Ahmad Fadlil Sumadi. Gan


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.