Minggu, 11 Mei 2014 - 17:05:12 WIB
Golkar Rawan Jadi Penonton PilpresKategori: Nasional - Dibaca: 658 kali


Baca Juga:Kata Ramadhan, Jokwi Panik Demokrat Putuskan Koalis Last Menit PAN Deklarasikan Hatta Cawapres Prabowo Jika Jadi Cawapres Jokowi, JK Harus Lebih Baik

JAKARTA-Partai Golkar termasuk yang belum menentukan arah koalisinya, apakah bergabung dengan Prabowo Subianto, Jokowi atau poros sendiri. Tapi, dengan kondisi ini, Golkar dinilai terancam jadi penonton pilpres.

Partai Golkar menempati urutan kedua dalam perolehan suara dalam Pileg 2014. Namun demikian, Golkar tetap tidak bisa mengusung capres sendiri karena suaranya hanya 14,75%, sedangkan untuk bisa mengusung capres partai politik harus memperoleh suara nasional minimal sebanyak 25%.

Direktur Eksekutif Politic Communication (Polcomm) Institute Heri Budianto menilai, sikap Golkar saat ini tidak agresif dalam menentukan arah koalisi harus segera diubah.

Menurutnya, dengan Gerindra saja yang sudah bertemu antar-pimpinan, Golkar masih saja belum tentukan sikapnya.

"Jika sampai mendekati pendaftaran capres-cawapres belum juga tentukan koalisi, maka Golkar akan menjadi penonton di Pilpres 2014 ini," kata Heri dalam diskusi 'Pasca Real Count: Kemana Arah Parpol?', di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (11/5/2014).

Bahkan lebih jauh Heri berujar, belum adanya teman koalisi yang pasti, karena Golkar meminta syarat dengan menyandingkan Aburizal Bakrie sebagai pendamping capres partai bersangkutan.

"Apalagi jika Golkar tetap menyodorkan ARB, disitu kendalanya. Tapi jika Golkar memberikan selain ARB yang misal untuk cawapres, saya rasa Gerindra sekalipun akan segera menyatakan bersedia. Pak Hashim sudah menyatakan tidak untuk ARB, beliau itu punya power di Gerindra," jelasnya.

Gerindra mengingkan berkoalisi dengan Golkar, PAN, dan PKS. Namun ia melihat, ketiga partai tersebut sama-sama menyodorkan cawapres untuk Gerindra.

"Nah disini yang pusing itu Pak Prabowo untuk milih pasangannya," tandas Heri.

Golkar juga dikabarkan mendekati Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mereka hendak berkoalisi dengan mengusung kandidat Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Syaifuddin (LHS) sebagai cawapres ARB. Mas/Inl


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.