Sabtu, 10 Mei 2014 - 16:31:52 WIB
John Mirin Minta DPP PAN Selesaikan Suara yang Hilang Kategori: Daerah - Dibaca: 749 kali


Baca Juga:Jokowi Heran Dengan Hasil Hitungan Suara PDPada 14 Mei PAN Umumkan Arah KoalisiPresiden SBY Hadiri KTT ASEAN di Myanmar Tour de Singkarak Kembali Digelar

JAKARTA-Caleg DPR-RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) daerah pemilihan Papua John Mirin, meminta DPP PAN agar berlaku adil sehubungan dengan hasil perolehan suara versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat yang telah diumumkan, Jumat (9/5/2014) malam. 

Sebelumnya, perolehan suara John Mirin dari beberapa kabupaten ditaksir sekitar 90 ribu lebih. Tapi, ternyata setelah dihitung KPU hanya ada sebanyak 60 ribu. Artinya, 30 ribu suara pria yang menyelesaikan S1-nya di Universitas Sam Ratulangi Manado menghilang alias menguap. Bahkan, diduga suaranya diambil saingannya nomor urut pertama Caleg PAN Papua Jamaluddin.

"Saya heran, masak suara saya sebanyak 30 ribu  bisa hilang.  Anehnya lagi, suara itu berasal dari masyarakat saya sendiri yakni dari Kabupaten Yahukimo. Ini kan berarti ada yang tidak benar. Saya menduga KPU Kabupaten Yahukimo telah menjual suara saya  kepada lawan saya sendiri yang juga sebenarnya caleg sesama PAN," ujar John kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Lebih aneh lagi, kata John, caleg rekannya tersebut tidak kenal dan tidak pernah datang ke daerah pemilihan di Kabupaten Yahukimo. "Ini kan benar-benar aneh. Saya yakin dia bermain dengan KPU Yahukimo. Gak pernah ketempat pemilihan, tidak kenal, tapi bisa dapat suara. Hal yang mustahil terjadi di dunia ini. Saya akan menggugat hasil penetapan KPU tersebut. Saya akan usulkan perhitungan suara ulang dengan langsung melibatkan KPU, Bawaslu, dan saksi-saksi," kata John dengan penuh emosi.

Sebelumnya, John sudah bertemu dengan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa bersama Ketua DPW PAN Papua Abock Busup di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dan meminta DPP PAN menyelesaikan persoalan ini.

"Pak Hatta bilang nanti setelah saya pulang dari KTT ASEAN  Myanmar, kita selesaikan lewat mekanisme, bisa melalui Mahkamah Konstitusi Partai atau dengan cara pergatian antarwaktu (PAW, red).  Saya tetap tidak mau. Saya minta DPP PAN menyelesaikannnya dengan arif dan bijaksana. Kalau ini dibiarkan, bagaimana bangsa ini mau maju kalau cara-cara  kotor, tidak jujur, dan tidak bertanggung jawab dibiarkan. Ini tidak boleh terjadi dan dibiarkan. Harus segera diselesaikan dan dicari solusinya," tegas Direktur Yapempy Foundation  ini. Ganes


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.