Rabu, 07 Mei 2014 - 10:14:39 WIB
Presiden Siap Terima PM Australia Kategori: Internasional - Dibaca: 825 kali


Baca Juga:Choel dan Wafid Saling Bantah di Sidang Ratu Bersama Wawan Lobi Akil di SingapuraRatu Atut Terancam 15 Tahun Kurungan Popok Tidak Baik untuk Bayi

CANBERRA–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keinginan kuat mencairkan sengkarut hubungan diplomatik dengan Australia yang beberapa bulan belakangan menegang.

Dalam pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott, Selasa (6/5/2014), SBY menegaskan bahwa harapannya terhadap tata perliku kedua negara paling lambat bisa diselesaikan pada Agustus mendatang.

Dokumen ini adalah kunci normalisasi hubungan kedua negara sehubungan dengan soal penyingkapan spionase, pemaksaan mengembalikan pencari suaka dan penarikan duta besar Indonesia untuk Australia.

Menurut rilis yang dikeluarkan kantor SBY, kedua pemimpin berharap perjanjian tersebut dapat segera memecahkan kebuntuan diplomatik sehingga hubungan bilateral bisa memasuki fase baru.

Hubungan diplomatik kedua negara diharapkan membaik saat PM Abbott melakukan lawatan ke Jakarta bulan depan. SBY menyambut baik ide ini dan para pejabat Indonesia kini sedang mempersiapkan penyambutan kunjungan PM Abbott.

PM Abbott mestinya hadir di Bali pekan ini, namun batal kemungkinan karena kapal perang Australia memaksa perahu pencari suaka kembali ke perairan Indonesia.

Ketika ditanya soal hubungan Australia-Indonesia, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan hubungan tersebut cukup “mesra”.

Selasa kemarin Menlu Bishop berbicara dengan Menlu RI Marty Natalegawa, namun keduanya tidak bicara soal penggiringan paksa perahu pencari suaka atau para penumpangnya ke perairan Indonesia.

“Saya berbicara dengan Menlu Indonesia tentang masalah-masalah biasa, kita berbicara melalui sambungan telepon, jadi kita tetap melakukan kontak, kita melakukan kontak kemarin,” ujar Menlu Bishop.

“Kita akan membahas soal pertemuan para menteri pertahanan (Australia-RI) yang mudah-mudahan segera digelar pada Mei atau Juni, jadi kita sedang membahas persiapan pertemuan tersebut,” tambah Menlu Bishop di Canberra, Rabu (7/5/2014), seperti ditulis ABC News Australia. Sumber: inilah.com


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.