Selasa, 06 Mei 2014 - 17:34:02 WIB
Ratu Bersama Wawan Lobi Akil di SingapuraKategori: Polhukam - Dibaca: 651 kali


Baca Juga:Ratu Atut Terancam 15 Tahun Kurungan Popok Tidak Baik untuk BayiMyanmar Tahan IndonesiaHPP Gula Sebesar Rp 8.250 per KG

JAKARTA-Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bersama adiknya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, pernah melobi Akil Mochtar memenangkan sengketa perkara Pilkada Kabupaten Lebak, Banten.

Perkara itu diajukan pasangan Amir Hamzah-Kasmin. Sementara Akil saat itu masih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK).

Permintaan Atut dan Wawan disampaikan pada Akil saat bertemu di lobi Hotel JW Marriot Singapura. Pertemuan dilakukan pada tanggal 22 September 2012.

"Dalam pertemuan itu terdakwa (Ratu Atut) meminta M. Akil Mochtar untuk memenangkan perkara Konstitusi," kata Jaksa Edy Hartoyo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Dalam menguraikan surat dakwaannya, Jaksa Edy memaparkan Pilkada Lebak dimenangkan oleh pasangan Ity Oktavia Jaya Baya-Ade Sumardi.

Namun, pasangan Amir Hamzah-Kasmin mengajukan keberatan ke MK dengan alasan banyak kecurangan yang terjadi.

"Untuk itu terdakwa mengutus Tubagus Chaeri Wardana guna pengurusan perkara," papar Jaksa Edy.

Selanjutnya pada tanggal 25 September 2013, Akil Mochtar menghubungi Wawan melalui pesan singkat. Akil meminta bertemu dengan Wawan dengan menuliskan pesan singkat.

"Lebak siap dieksekusi, bisa ketemu malam ini," "ke Widya Chandra III No 7 jam 8 malam ya," begitu Edy membacakan pesan singkat Akil kepada Wawan.

Atas permintaan tersebut, Wawan mendatangi rumah dinas Akil pukul 19.00 WIB. Dalam pertemuan itu, mereka membahas langkah-langkah penanganan sengketa Pilkada Lebak.

Lantas, lanjut Jaksa Edi, empat hari setelah bertemu Akil di Singapura, Atut kemudian melakukan pertemuan dengan Amir dan Susi di kantor Gubernur Banten. Dalam pertemuan itu, Amir menyakinkan Atut gugatannya tentang Pilkada Lebak bakal lolos.

Selang empat hari kemudian, yakni 30 September 2013, Atut mengirim pesan singkat kepada Amir Hamzah sekitar pukul 17.00 WIB. Atut bertanya kepada Amir apakah sudah bertemu Wawan dan kelanjutan perkara Lebak di MK.

Saat itu, Amir juga mengatakan lima hakim konstisusi mendukung dan empat hakim menolak. Atas informasi itu, Atut berpesan supaya sengketa Lebak harus dimenangkan.

"Atut memerintahkan supaya perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak harus dimenangkan dan pemungutan suara ulang dilakukan pada Desember 2013. Sehingga birokrasi dapat dikendalikan Atut," jelas Jaksa Edi.

Atut juga berpesan supaya Amir menyelesaikan permintaan uang Rp3 miliar dari Akil Mochtar melalui pengacara Susi Tur Andayani.

Amir berkelit dengan menyampaikan ihwal uang pengurusannya telah dibicarakan dengan Wawan. Padahal, justru Amir meminta bantuan kepada Wawan menalangi duit suap karena dia mengaku tidak punya uang. Ham/Inl


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.