Senin, 20 Januari 2014 - 12:34:43 WIB
Mestinya SBY Tetapkan Prahara Sinabung Bencana Nasional Kategori: Polhukam - Dibaca: 798 kali


Baca Juga:Pasek Sindir Ketum Partai Demokrat Akbar: Anas Tahu Banyak Soal SBYIstri Menteri India Ditemukan TewasKetua DPD Partai Golkar Jatim Diperiksa KPK

JAKARTA-Ketua Fraksi Hanura DPR RI Sarifuddin Sudding meminta pemerintah segera menetapkan bencana meletusnnya Gunung Sinabung di Sumatera Utara (Sumut) sebagai bencana nasional.

Pasalnya, erupsi Gunung Sinabung telah berlangsung lebih dari empat bulan dan membutuhkan penangangan lebih serius dari pemerintah pusat.

Permintaan bantuan dari pengungsi sudah menunjukkan pemerintah daerah kewalahan menangani bencana Sinabung. Penetapan bencana nasional juga tidak usah menunggu kedatangan Presiden SBY ke Sinabung yang baru direncanakan minggu depan," kata Sudding kepada INILAH.COM, Minggu (19/1/2014).

Dari sisi regulasi, memang telah ada UU Nomer 24 Tahun 2007 tentang Penanganan Bencana. Disebutkan indikator status bencana meliputi jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

"Lihat faktanya, lihat penderitaan mereka selama lebih dari empat bulan ini. Fakta-fakta di lapangan sudah memenuhi indikator-indikator itu," tegasnya.

Dia juga menyayangkan pernyataan pejabat daerah maupun pusat yang selalu mengatakan Pemkab Karo masih mampu menangangi dampak erupsi.

Sudding juga menunjukkan paling tidak dua faktor utama desakan penaikan status tersebut. Pertama, jumlah pengungsi dan daerah terdampak makin banyak dan bertambah luas.

"Pengungsi telah mencapai puluhan ribu telah sangat banyak dan merujuk keterangan dari Pemkab Karo, kawasan terdampak erupsi seluas 10 ribu hektare. Masyarakat sudah tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti bertani dan berkebun," tuturnya.

Jumlah pengungsi yang bertambah itu terlihat dari data seminggu lalu (8/1), yang tercatat sekitar 22 ribu jiwa dan kini mencapai lebih dari 26.088 jiwa yang terdiri dari 8.103 kepala keluarga di 34 desa. Faktor kedua adalah nilai kerugian yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Menurut Sudding, dengan logika sederhana, data-data tersebut seharusnya menggerakkan pemerintah pusat untuk turun tangan dan memasukkan dampak erupsi Gunung Sinabung dalam skala prioritas dan darurat. Ans/Inl


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.