Senin, 07 Oktober 2013 - 18:35:38 WIB
Menkeu Akui Ekonomi Indonesia Masih Tergantung ASKategori: Ekbis - Dibaca: 524 kali


Baca Juga:Bank Dunia Akui Asteng Penggerak Perekomian GlobalSelena Gomez Dapat Lagu Khusus dari BieberRela Gemuk Demi PeranPresiden SBY akan Bernyanyi untuk Putin

BALI-Menteri Keuangan, Chatib Basri menginginkan negara-negara segera melepaskan diri dari ketergantungan terhadap AS.

Keinginan dan imbauan Menkeu ini merujuk banyaknya negara yang tergantung kebijakan ekonomi AS seperti terhadap stimulus dari The Fed (Bank Sentral AS). Menurut Menkeu jika ada perubahan kebijakan ekonomi AS, banyak negara akan terguncang.

"Negara-negara di dunia harus belajar untuk hidup tanpa stimulus AS. Kita harus siap jika suatu hari nanti bank Sentral AS (The Fed) mengakhiri stimulus, " kata Chatib di KTT APEC Bali, Minggu malam (6/10/2013), seperti dilansir dari inilah.com.

Karena itu, menurut menkeu, negara-negara harus mampu melepaskan ketergantungan ekonomi dari AS sehingga keamanan dan stabilitas ekonomi global terjaga.

Menguatnya ekonomi AS menjadi alasan The Fed untuk mengurangi stimulus moneter mereka. The Fed biasanya membeli obligasi hingga US$85 miliar dalam satu bulan, dan secara perlahan akan dikurangi sampai US$40 miliar.

Menkeu mengakui jika perekonomian Indonesia masih tergantung pada AS. Hal ini terbukti ketika ekonomi AS kacau maka rupiah juga terguncang. "Kita harus keluar dari ketergantungan ini, caranya dengan memperkuat fiskal domestik dan ekonomi, termasuk mengurangi defisit transaksi berjalan," katanya.

Dalam kesempatan itu menkeu memuji tiga negara di Asia Pasifik yang bisa melepaskan diri dari kondisi fiskal AS yaitu Australia, Singapura dan Filipina. Ketiga negara ini memiliki ekonomi domestik yang kuat. Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.