Senin, 07 Oktober 2013 - 17:38:16 WIB
Jepang Berkomitmen Tingkatkan KonektivitasKategori: Internasional - Dibaca: 788 kali


Baca Juga:Ketua DPW PAN Papua Bersyukur Ketua MK DitangkapKetua MK Ditangkap, Presiden Singgung Soal BP Migas Perjuangan Juve Makin BeratPR Terakhir dari Seorang Guru yang Terbang ke 'Surga'

BALI-Perdana Menteri Shinzo Abe mengemukakan Jepang berkomitmen untuk meningatkan konektivitas di kawasan APEC melalui peningkatan infrastruktur berteknologi tinggi yang mereka miliki.

"Mari kita menghubungkan infrastruktur di kawasan dan memastikan ekonomi yang kokoh di antara ekonomi APEC," kata PM Abe saat menyampaikan pidato kunci di sesi kesembilan APEC CEO Summit 2013 di Nusa Dua, Bali, Senin.

PM Abe mengatakan berdasarkan data Bank Pembangunan Asia (ADB), hingga tahun 2020, maka kawasan Asia-Pasifik membutuhkan investasi sebesar delapan miliar dolar AS untuk pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur dengan teknologi yang baik akan memastikan bahwa investasi kita bermanfaat bagi masyarakat dan pada akhirnya menggerakkan perekonomian nasional," tukasnya.

Teknologi yang berkualitas juga akan memberikan efisiensi karena memiliki masa pakai yang lebih lama dan biaya perawatan yang lebih murah, lanjut Abe.

Satu contoh transfer teknologi Jepang yang dilakukan di Indonesia, Abe mengatakan Jepang baru-baru ini telah menandatangani kontrak kerja sama dengan PLN untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan teknologi ultrasupercritical generation di Batang, Jawa Tengah dengan nilai investasi mencapai Rp30 triliun dalam kurun waktu 25 tahun.

Listrik yang dihasilkan melalui teknologi ini sebesar 2 X 1.000 megawatt dan akan menghemat biaya pemeliharaan sekitar 47 persen. Tak hanya itu, teknologi ini juga diklaim ramah lingkungan karena pembakaran yang maksimal sehingga meninggalkan residu batu bara yang lebih sedikit.

Selain itu, Abe menambahan kontrak teknologi ini juga melibatkan perusahaan pertambangan batu bara dalam negeri Indonesia, Adaro, untuk memastikan suplai bahan bakar yang memadai.

Proyek ini juga membuka peluang lapangan kerja kepada minimum 5000 penduduk setempat dan memberi peluang partisipasi komponen lokal dalam proses produksinya, dan selanjutnya hal ini akan mendorong bergulirnya roda ekonomi nasional.

"Kami ingin memastikan bahwa transfer teknologi yang kami lakukan bernilai ekonomi, meminimalisasi dampak lingkungan dan menguntungkan semua pihak," ujarnya.

Terkait investasi transfer tekologi Jepang yang dinilai terlalu mahal, Abe mengatakan harga yang murah belum tentu kualitasnya baik. Oleh karena itu, Jepang ingin memastikan bahwa investasi yang ditanamkan untuk transfer-teknologi dari negaranya akan memberikan kualitas yang lebih baik dan manfaat yang lebih besar.

"Karena itu, ingatlah Jepang saat Anda memikirkan untuk membangun infrastruktur," katanya. Jok/Ant


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.