Minggu, 29 September 2013 - 19:58:59 WIB
Rizal Ramli Ketua KADIN Hingga Munas Oktober MendatangKategori: Ekbis - Dibaca: 617 kali


Baca Juga:Angga Pratama/Rian Agung Saputro Juara Ganda PutraMenang, Tapi Barca Tidak PuasMenangis Karena Mantan PacarNazaruddin: Olly Dapat Rp 12,5 M dari Kasus Hambalang

BALI-Mantan Menteri Perekonomian Rizal Ramli terpilih sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui rapimnas yang digelar hari ini, Sabtu (28/9/2013) di Kuta, Bali.

Dalam rapimnas kali ini, Rizal dipilih oleh mayoritas pengurus daerah Kadin dan asosisi yang hadir. Dari 23 pengurus Kadin yang hadir kompak memilih Rizal sebagai ketua Umum Kadin sampai diselenggarakan Munas ke-7 yang akan digelar di Jakarta bulan Oktober mendatang.

Rapimnas yang di gelar di Hotel Stone, Kuta, Bali itu juga memilih Setiawan Jodi sebagai Ketua Dewan Penasehat Kadin. Sementara Ketua Dewan Pertimbangan Kadin dikomando Oesman Sapta Odang (0S0).

Rizal dalam pidatonya mengaku kaget dan tidak menyangka terpilih sebagai ketua Kadin yang baru. "Kadin mestinya bisa menjadi organisasi yang diperhitungkan. Tidak memble seperti sekarang ini," ujar Rizal usai terpilih sebagai ketua Kadin di Kuta, Bali, Sabtu (28/9/2013).

Ia melanjutkan, kedepan Kadin harus bisa memainkan peranan lebih signifikan untuk berkontribusi bagi perekonomian di kancah nasional dan internasional. Setelah terpilih, Rizal berjanji akan membenahi dan memperbaiki organisasi ini bersama-sama dengan anggota Kadin daerah.

"Kita benahi, kita rapikan, nanti yang terpilih sebagai ketua umum di Munas silakan," ujarnya.

Rizal yang juga Direktur Econit ini berkelakar jika kelak ada orang lain terpilih sebagai ketua Kadin maka dia akan terpilih sebagai presien.

"Kalau ada yang lain gantikan saya sebagai ketua umum, maka gantian saya nanti jadi presiden," ucapnya optimis.

Dalam kesempatan yang sama, Oesman Sapta mengaku sangat gembira Rizal dan Setiawan Jodi menggawangi Kadin Indonesia. Menurut dia, keduanya adalah orang yang memiliki idealisme dan konsep dalam membangun bangsa.

"Saya kenal keduanya cukup lama, mereka tidak berfikir soal jabatan. Mereka pikirkan konsepsional ke depan bagaimana membangun sistem perekonomian di Indonesia," tambahnya. Bay


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.