Selasa, 10 November 2020 - 14:28:09 WIB
Ekonom Nilai Perjanjian RCEP Bakal Rugikan ASEAN Kategori: Ekbis - Dibaca: 62 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) akan ditandatangani pada 15 November 2020, mengakhiri negosiasi yang telah berlangsung sejak 2013.

The Japan Times melaporkan perjanjian dagang yang melibatkan 10 negara Asean dan sejumlah negara Asia-Pasifik itu, akan ditandatangani tanpa keikutsertaan India yang khawatir defisit perdagangan dengan China akan semakin melebar.

Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan negara-negara Asean kemungkinan akan terdampak negatif perjanjian ini dalam hal negara perdagangan.

Sebuah analisis yang dipimpin Sachin Kumar Sharma dari Indian Institute of Foreign Trade bertajuk "A Quantitative Assessment of India’s Withdrawal from RCEP: Issues and Concerns" mengonfirmasi hal itu.

Jika India ikut menandatangani RCEP, neraca dagang Asean akan US$-3.157 juta, sedangkan tanpa India, defisitnya melebar menjadi US$-4.344 juta.

"India akan ikut atau tidak, tetap pengaruhnya negatif," katanya kepada Bisnis, Selasa (10/11/2020).

Sementara itu, dampak penghapusan tarif terhadap PDB Asean setelah RCEP yakni US$-10.909 juta tanpa India dan US$3.670 juta dengan India.

Menurut Tauhid, ketidakikutsertaan India akan mengurangi pamor RCEP karena negara itu termasuk salah satu yang memiliki PDB terbesar diantara para anggota.

Dia menyerukan agar pemerintah berhat-hati sebab secara bilateral Indonesia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan semua negara anggota RCEP.

"Jangan-jangan defisit perdagangan kita akan memburuk. Apalagi dari sisi neraca perdagangan bilateral, bisa jadi defisit perdagangan Indonesia dengan Asean dan China akan meningkat tajam jika bergabung dengan dengan kesepakatan RCEP," ujarnya. Bis


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (197135)Menikah di Bali (28915)Tampil di Jakarta (27968)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16879)Indonesia Andalkan Empat Pewushu di 7th Sanda World Cup 2014 (15766)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (15000)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (14627)Ketua DPR RI terima dirjen badan nuklir internasiona (14208) Seskab: Eksekusi Mati Dilaporkan dalam Sidang Kabinet (13374)Dua Tahanan Polisi Militer Kabur dari Sel Isolasi (13001) INTERNASIONALGawat, Vaksin Tahap Pertama Terpaksa DihentikanDHAKA-Di tengah masih merebaknya wabah Covid-19, Pemerintah Bangladesh harus menghentikan pemberian vaksis ...


Militer Israel DipermalukanPasukan Rusia Cari Jasad 2 Tentara Israel di SuriahPengadilan Internasional Putuskan Bisa Adili Sengketa Israel-PalestinaTrump Klaim AS Miliki Rudal Hipersonik Terkuat di Dunia Kapal Induk Inggris Terdampar 6 BulanBiden Tunjuk Tim Komunikasi yang Semuanya PerempuanPutin Ingin Pertahanan Nuklir Rusia
Laporan KhususMensos Juliari Kutip Komisi Paket Sembako JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus korupsi pengadaan bantuan ...


Thailand Umumkan Kasus Pertama Penularan Virus Corona AntarmanusiaSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di Lampung