Kamis, 29 Oktober 2020 - 11:00:02 WIB
Iran Bangun Fasilitas Nuklir Bawah TanahKategori: Internasional - Dibaca: 15 kali


Baca Juga:

BERLIN-Inspektur dari pengawas atom PBB telah mengkonfirmasi Iran telah mulai membangun pabrik perakitan sentrifugal bawah tanah setelah yang sebelumnya meledak dalam apa yang disebut Teheran sebagai serangan sabotase selama musim panas. Hal itu diungkapkan direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi.

"Iran juga terus menimbun uranium yang diperkaya rendah dalam jumlah yang lebih besar, tetapi tampaknya tidak memiliki cukup untuk memproduksi senjata," ujar Grossi seperti dikutip dari AP, Rabu (28/10/2020).

Menyusul ledakan Juli di situs nuklir Natanz, Teheran mengatakan akan membangun struktur baru yang lebih aman di pegunungan di sekitar daerah tersebut. Gambar satelit Natanz yang dianalisis oleh para ahli belum menunjukkan tanda-tanda penggalian di situs di provinsi Isfahan tengah Iran. 

“Mereka sudah mulai, tapi belum selesai,” ujar Grossi. “Ini proses yang panjang,” imbuhnya.

Grossi tidak akan memberikan penjelasan lebih lanjut, mengatakan hal itu "informasi rahasia." Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Bulan lalu Kepala Departemen Nuklir Iran, Ali Akbar Salehi, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa fasilitas di atas tanah yang hancur sedang diganti dengan fasilitas di jantung pegunungan di sekitar Natanz.

Natanz menjadi fasilitas pengayaan uranium utama Iran. Di aula bawah tanahnya yang panjang, sentrifugal dengan cepat memutar gas uranium heksafluorida untuk memperkaya uranium.

Natanz menjadi titik utama ketakutan Barat tentang program nuklir Iran pada 2002, ketika foto satelit menunjukkan Iran membangun fasilitas bawah tanah di situs itu, sekitar 200 kilometer selatan Ibu Kota, Teheran. Pada tahun 2003, IAEA mengunjungi Natanz, yang menurut Iran akan menampung sentrifugal untuk program nuklirnya, terkubur di bawah beton sekitar 7,6 meter. Fasilitas itu menawarkan perlindungan dari potensi serangan udara di situs, yang juga dijaga oleh posisi anti-pesawat.

Natanz telah menjadi sasaran virus komputer Stuxnet sebelumnya, yang diyakini sebagai ciptaan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Iran belum mengatakan siapa yang dicurigai melakukan sabotase dalam insiden Juli lalu. Kecurigaan juga jatuh pada Israel, meskipun ada klaim tanggung jawab oleh kelompok yang sebelumnya tidak pernah terdengar pada saat itu. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.