Sabtu, 07 Maret 2020 - 16:34:24 WIB
DPR Minta Pemerintah Telusuri Jejak Pasien Corona ke 3 dan 4Kategori: Polhukam - Dibaca: 30 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Pemerintah diminta melakukan penelusuran (tracking) terhadap riwayat pergaulan pasien Corona ketiga dan keempat yang baru dinyatakan positif Corona.

Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh mengatakan, tracking riwayat dengan siapa saja pasien ini berinteraksi sebelumnya sangat diperlukan sebagai bentuk kewaspadaan. "Kata Pak Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) kemarin sudah ada tim yang dibentuk. Harusnya tim itu melakukan tracking sampai dengan siapa saja pasien bersentuhan karena itu standar yang harus dilakukan. Kaget juga kalau kemarin Pak Moeldoko bilang yang baru melakukan tes itu baru 300 sekian, padahal kalau kita lihat Singapura itu sudah 10.000 sekian, di Inggris sudah terakhir saya baca itu sudah 14 ribuan," ujarnya, kemarin.

Nihayah mengatakan, di negara lain begitu ada yang punya gejala Corona langsung bisa tes, tapi di Indonesia kalau mau tes ditanya dulu sempat kontak atau tidak dengan pasien positif Corona. "Kalau enggak ya enggak perlu khawatir. Maksud saya kalau kita antisipasi kan lebih baik daripada nanti terdeteksi sudah lambat. Kalau kayak Korsel itu sudah drive thru," ujarnya.

Politikus PKB ini menyarankan pemerintah untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat agar publik lebih tenang dalam menyikapi wabah Corona yang mulai masuk ke Indonesia. ”Daripada sekadar membiarkan, lalu masyarakat panik dan mengambil sikap sendiri setelah melakukan interpretasi sendiri atas keadaan yang terjadi," katanya.

Nihayah mengatakan sejak awal dirinya tidak yakin Indonesia benar-benar bersih dari Corona. "Komunikasi juga penting, kemarin ada keluhan dari tetangga-tetangga pasien 1 dan 2, kadang-kadang kita itu too much (bersikap) sampai (rumah korban) dikasih garis polisi. Mereka itu tidak melakukan kriminal kok, kenapa dikasih garis polisi? Lebih parah lagi pasien itu tahu dia kena Corona bukan dari dokter, tapi dari media," urainya.

Karena itu, Nihayah menekankan komunikasi pemerintah harus diperbaiki sehingga masyarakat sekitar jangan sampai itu ada yang kena stigma akibat Corona. "Yang parah itu kalau nanti ada stigma. Sekarang itu anak-anak yang di dekat kompleks itu stigmanya sudah luar biasa. Ada yang sudah enggak boleh sekolah, bahkan masyarakat di sekitar itu kalau kerja sudah enggak boleh, harus mendapatkan surat bebas Corona dari dokter," tuturnya.

Menurut Nihayah, pemerintah harus benar-benar melakukan sosialisasi dengan baik. Sejauh ini, dirinya menilai masih ada ketidakjelasan pemerintah dalam mengurus Corona. "Contoh kemarin Kemenkes sudah menyiapkan tim untuk humas dan hotline, tapi KSP bilang urusan seperti itu sudah di-handle oleh KSP. Ego sektoral masih ada. Hasil komunikasi kemarin dengan Pak Moeldoko selaku Kepala KSP, baru siang itu melakukan rapat koordinasi dengan kementerian terkait. Bagi saya ini terlambat setelah ada kasus baru koordinasi," katanya.

Pihaknya juga sejak jauh hari mengusulkan kepada Kemenkes untuk membuat SMS Blast untuk memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana cara melakukan pencegahan sehingga masyarakat tidak panik. "Punic buying kemarin itu karena ketidaktahuan masyarakat," urainya. Net

 

0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196596)Menikah di Bali (28234)Tampil di Jakarta (27002)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16439)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (14089)Indonesia Andalkan Empat Pewushu di 7th Sanda World Cup 2014 (13863)Profil Susi Pudjiastuti (12448)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11935)Ketua DPR RI terima dirjen badan nuklir internasiona (11149) INTERNASIONALChina Nol Kasus Baru Corona di WuhanBEIJING-China untuk pertama kalina tidak mencatat kasus (nol kasus) baru virus corona ...


Cegah Penyebaran Virus Corona, Australia Larang Masuk Semua WNARatu Elizabeth Batalkan Pesta karena Virus CoronaCegah Corona, Saudi Hentikan Sementara Salat Lima Waktu di MasjidWabah Corona Membunuh 1.809 Orang di ItaliaHadapi Provokasi Iran, AS Tempatkan Dua Kapal Induk di Teluk Persia4.973 Tewas karena Corona, 69.142 SembuhCOVID -19 Menyebar di Eropa, Menteri dan 5 Anggota Parlemen Prancis Dinyatakan Positif
Laporan KhususThailand Umumkan Kasus Pertama Penularan Virus Corona AntarmanusiaBangkok-Otoritas Thailand mengumumkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke ...


Sebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa