Sabtu, 07 Maret 2020 - 16:15:15 WIB
Masker Hilang di Asemka, Glodok, dan Pasar Minggu Kategori: Ibu Kota - Dibaca: 40 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Kasus corona (Covid-19) membuat permintaan masker di Tanah Air meningkat tajam. Kondisi ini membuat masker antiseptic menghilang di kawasan Pasar Asemka maupun Pasar Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat.

“Harga tinggi pun saya beli mas. Tapi ini masalahnya enggak ada,” ujar Irma (36), warga Pesanggarahan, Jakarta Selatan, saat ditemui di Pasar Asemka, Jumat (6/3/2020).

Irma sengaja datang ke Asemka bersama sepupunya dengan niat membeli masker untuk jumlah banyak. Setelah mendengar berita harga masker mencapai Rp100 ribu per kotak, Irma mencoba peruntungan mendatangi Pasar Asemka dan Glodok.

Namun setelah berkeliling Pasar Asemka dan Glodok, Irma tak menemukan satupun penjual masker antiseptic. “Susah mas,” keluh Irma yang berencana melanjutkan berburu masker ke Pasar Pramuka, Jakarta Timur.

Penelusuran SINDOnews dengan menjajal sejumlah toko alat kesehatan di kawasan Asemka dan Glodok, memang tidak ditemukan lagi masker antiseptic dijual di kawasan itu. Bahkan antrean sempat mengular di salah satu toko.

Namun pembeli yang telah berburu sejak pagi tak kunjung mendapatkan masker. Mereka pun memilih putar balik ke rumah maupun ke kawasan Pasar Pramuka untuk mencari masker.

Toni (34), karyawan salah satu toko, mengatakan, baru kemarin stok sebanyak 5 box habis terjual. Pihaknya tak bisa berbuat banyak karena pasokan memang tidak ada. “Mau gimana mas, kita saja sekarang dijatah belinya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kemal (42), pedagang alkes di kawasan Glodok. Bahkan saking sulitnya mendapatkan masker dari pemasok, ia sempat mencari hingga distributor.

Namun dari beberapa distributor yang didatanginya, tak satupun yang sanggup menyediakan masker. Kemal yang telah bertahun- tahun berjualan di Glodok mengaku baru kali ini masker langka.

Bahkan kelangkaan telah terjadi sejak sebulan lalu. “Dari Februari harganya terus-terusan naik,” katanya. 
Reza (34), pedagang lainnya mengungkapkan, dibanding kasus flu burung maupun SARS, permintaan masker saat ini jauh lebih tinggi. Kondisi ini membuat pedagang kelabakan.

Jika sebelumnya ia hanya menjual maksimal 8-10 box per hari, namun sejak Desember 2019 lalu, permintaan masker melonjak hingga 20-30 dus per hari.

Bahkan di awal Februari 2020, sedikitnya permintaan masker mencapai 50 box. “Beberapa katanya mau disebar ke daerah lain,” tuturnya.

Di sisi lain, sulitnya mendapatkan masker antiseptic membuat harga masker kain cukup mahal. JIka sebelumnya harga masker kain dijual Rp2 ribu per lembar, kini dijual Rp3.600. “Kalau di eceran, saya jual Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per pices,” kata Anto, pedagang masker keliling.

Anto mengakui, sekalipun harganya cukup tinggi namun peminat masker semacam ini masih tinggi. Bahkan dari berjualan di salah stasiun, Anto mengaku pendapatannya meningkat hingga tiga kali lipat.


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196596)Menikah di Bali (28234)Tampil di Jakarta (27002)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16439)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (14089)Indonesia Andalkan Empat Pewushu di 7th Sanda World Cup 2014 (13862)Profil Susi Pudjiastuti (12448)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11935)Ketua DPR RI terima dirjen badan nuklir internasiona (11149) INTERNASIONALChina Nol Kasus Baru Corona di WuhanBEIJING-China untuk pertama kalina tidak mencatat kasus (nol kasus) baru virus corona ...


Cegah Penyebaran Virus Corona, Australia Larang Masuk Semua WNARatu Elizabeth Batalkan Pesta karena Virus CoronaCegah Corona, Saudi Hentikan Sementara Salat Lima Waktu di MasjidWabah Corona Membunuh 1.809 Orang di ItaliaHadapi Provokasi Iran, AS Tempatkan Dua Kapal Induk di Teluk Persia4.973 Tewas karena Corona, 69.142 SembuhCOVID -19 Menyebar di Eropa, Menteri dan 5 Anggota Parlemen Prancis Dinyatakan Positif
Laporan KhususThailand Umumkan Kasus Pertama Penularan Virus Corona AntarmanusiaBangkok-Otoritas Thailand mengumumkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke ...


Sebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa