Jumat, 06 Maret 2020 - 13:13:58 WIB
Menkopolhukam: Laut Indonesia Cenderung Membuat Situasi RumitKategori: Polhukam - Dibaca: 26 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Upacara Penyambutan dari Pasukan Valrid Bakamla RI menandai kedatangan Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD ke kantor Bakamla RI, di Jakarta, Jumat (6/2/2020).

"Lapor, upacara penyambutan siap dilaksanakan," tutur seorang pempimpin upacara kepada Mahfud.

Mahfud ke Bakamla RI guna memantau situasi terkini dari perairan Indonesia melalui alat komando pengendalian (Kodal) yang dimiliki Bakamla RI. Melalui alat itu, Mahfud dapat memantau pergerakan kapal-kapal di seluruh wilayah Perairan Indonesia.

Dia menyimpulkan, perairan Indonesia yang luas dan kaya akan sumber daya alam membuat situasi rumit dan rawan disana. Rumit dari banyaknya peraturan yang mengatur kewenangan penegakan hukum di laut dan rawan dari masuknya kapal - kapal asing, khususnya pencuri ikan.

"Kalau dalam inventarisasi kami ada sekitar 20 UU yang terkait dengan soal laut. yang seluruhnya nanti akan diomnibuskan. Tetapi institusi yang agak dianggap tumpang tindih itu ada 7. UU nya diketemukan ada 21," ucap Mahfud usai melakukan pemantuan perairan lewat Kodal milik Bakamla RI.

"Nah itulah perlunya adanya kesatuan komando, komando pengendaliannya itu supaya lebih sederhana daripada yang sekarang," tambahnya melengkapi.

Meski begitu, Mahfud mengaku kini tengah mencari cara agar kordinasi keamanan laut menjadi 1 komando di bawah Bakamla RI. Mengingat Omnibuslaw Keamanan Laut saat ini masih terus dibahas bersama kementerian terkait.

"Karena selama ini kan masih banyak, minimal masih ada 7 kan yang nangani. sekarang, okelah 7 tapi nanti koordinasinya tuh cuma 1," ujar Mahfud.

"Lalu saya melihat kesiapannya di sini dari sudut teknologinya, sdmnya, dan lain-lain dan Insyallah nanti bisalah segera dimulai langkah-langkah baru untuk secepatnya koordinasi keamanan laut itu bisa ditangani oleh Bakamla. Sesuai dengan instruksi Presiden," tambahnya.

Sementara itu untuk target, Mahfud memastikan pada tahun 2020 ini UU Omnibuslaw Keamanan Laut yang menyederhanakan aturan yang tumpang tindih di lautan akan selesai dirampungkan.

"Kalau target waktu yang secara administratif pemerintahan ya di tingkat Eksekutif itu mungkin dalam waktu 2-3 minggu ke depan sudah selesai. Tapi yang menyangkut hubungannya dengan legislasi ya kita mungkin setahun paling lama itu sudah bisa," pungkas Mahfud. 


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196596)Menikah di Bali (28234)Tampil di Jakarta (27002)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16439)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (14089)Indonesia Andalkan Empat Pewushu di 7th Sanda World Cup 2014 (13867)Profil Susi Pudjiastuti (12448)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11935)Ketua DPR RI terima dirjen badan nuklir internasiona (11151) INTERNASIONALChina Nol Kasus Baru Corona di WuhanBEIJING-China untuk pertama kalina tidak mencatat kasus (nol kasus) baru virus corona ...


Cegah Penyebaran Virus Corona, Australia Larang Masuk Semua WNARatu Elizabeth Batalkan Pesta karena Virus CoronaCegah Corona, Saudi Hentikan Sementara Salat Lima Waktu di MasjidWabah Corona Membunuh 1.809 Orang di ItaliaHadapi Provokasi Iran, AS Tempatkan Dua Kapal Induk di Teluk Persia4.973 Tewas karena Corona, 69.142 SembuhCOVID -19 Menyebar di Eropa, Menteri dan 5 Anggota Parlemen Prancis Dinyatakan Positif
Laporan KhususThailand Umumkan Kasus Pertama Penularan Virus Corona AntarmanusiaBangkok-Otoritas Thailand mengumumkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke ...


Sebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa