Rabu, 12 Februari 2020 - 16:39:44 WIB
Demo Buruh Tolak Omnibus Law di SenayanKategori: Ibu Kota - Dibaca: 75 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Puluhan ribu yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melakukan unjuk rasa penolakan RUU Omnibus Law klaster ketenagakerjaan. Unjuk rasa penolakan tersebut digelar di depan pintu masuk utama gedung DPR RI, Rabu (12/2/2020).

Massa aksi buruh juga membawa puluhan poster sebagai ekspresi penolakan RUU Omnibus Law. Pesan yang disampaikan melalui poster tersebut tertuang dalam tulisan yang kreatif. Misalnya tulisan tentang harapan buruh agar nasibnya tidak kandas seperti cinta mereka.


"Cukup cintaku yang kandas. Jangan nasib buruh," tulis sebuah poster yang dibawa buruh dalam aksi di depan Gedung DPR, Rabu (12/2).

Isi tulisan dalam poster lain, juga tersampaikan dengan cara berbeda. Para buruh tampak kreatif dengan menuliskan pantun demi menolak RUU Omnibus Law klaster ketenagakerjaan.

"Cendol dawet lima ratusan, aturan ruwet buruh turun ke jalan," tulis sebuah poster.

Dalam tulisan di poster lainnya, buruh berharap permintaannya dikabulkan pejabat pembuat UU. Buruh siap menggelar aksi lanjutan andai pembuat UU tidak mengabulkan keinginan buruh.

"Cinta ditolak sudah biasa. Aspirasi buruh ditolak, kami bergerak," tulis poster lainnya.

Adapun tuntutan buruh terhadap penolakan RUU Omnibus Law sebagai berikut

Upah Minimun terancam menghilang karena buruh akan mendapatkan bayaran per jam, fleksibilitas pasar kerja atau penggunaan outsourcing dan buruh kontrak diperluas, fleksibilitas pasar itu juga menghilangkan jaminan sosial karena tidak ada kepastian pekerjaan.

Kemudian, menurunnya besaran pesangon jika di-PHK, tenaga kerja asing yang tidak memiliki keterampilan khusus (unskill workers) diperbolehkan kerja di Indonesia, dan menghilangnya undang-undang sanksi pidana bagi pengusaha yang tidak membayar hak-hak buruh. Jin

 

0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.