Jumat, 24 Januari 2020 - 16:36:37 WIB
Menkeu Sri Mulyani Siap Danai Prabowo Belanja AlutistaKategori: Ekbis - Dibaca: 32 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Kekuatan Pokok Minimum atau lebih Minimum Essential Force (MEF) yang merupakan proses untuk modernisasi alat utama sistem pertahanan (alusista) Indonesia masih perlu ditingkatkan proses pengadaannya. Lantaran itu Ia mengaku, siap menyediakan anggaran terkait dengan belanja alat utama sistem pertahanan (alusista)

Dukungan proses pengadaan alusista Indonesia melalui proses Kekuatan Pokok Minimum atau lebih Minimum Essential Force (MEF). “Pengadaan alutsista itu membutuhkan suatu proses yang panjang. Dimana saya menganggap Kementerian Pertahanan dan Panglima perlu untuk duduk bersama, bagaimana mengefisienkan dan menciptakan kepastian," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sambung dia menerangkan, pihaknya sudah menyediakan anggaran untuk alusista di Kementerian Pertahanan yang mana dipimpin oleh Prabowo Subianto. "Karena kalau tidak, waktu kami sudah mulai menyusun APBN untuk mendukung pengadaan alutsista maka kemudian proses yang panjang menimbulkan banyak sekali konsekuensi terhadap kecepatan maupun ketepatan dari pilihan alutsista tersebut,” katanya.

Pengadaan alutsista yang relevan, menurutnya penting karena semakin besar perkembangan Indonesia, semakin banyak yang memiliki interest terhadap republik ini. Hal itu menimbulkan konsekuensi pertahanan keamanan (hankam) yang besar juga untuk kelangsungan kedaulatan.

“Itu adalah sesuatu yang kemudian berkonsekuensi mengenai bagaimana kita mendesain pertahanan keamanan Indonesia, karena makin besar perkembangan Indonesia, makin banyak yang memiliki interest terhadap Republik ini,” paparnya.

Hal ini didasari oleh fakta bahwa Indonesia adalah negara besar dengan penduduk terbesar keempat di dunia, negara emerging yang masuk dalam G-20 dengan ukuran ekonomi sudah masuk 16 atau 15 terbesar di dunia dan pertumbuhan Indonesia di atas 5%, sementara negara lain hanya tumbuh 2%-3%. "Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia bahkan bisa menjadi 5 besar," jelasnya. Net


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196579)Menikah di Bali (28193)Tampil di Jakarta (26993)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16426)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14470)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (14053)Indonesia Andalkan Empat Pewushu di 7th Sanda World Cup 2014 (13485)Profil Susi Pudjiastuti (12421)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11928)Ketua DPR RI terima dirjen badan nuklir internasiona (10726) INTERNASIONALChina Nol Kasus Baru Corona di WuhanBEIJING-China untuk pertama kalina tidak mencatat kasus (nol kasus) baru virus corona ...


Cegah Penyebaran Virus Corona, Australia Larang Masuk Semua WNARatu Elizabeth Batalkan Pesta karena Virus CoronaCegah Corona, Saudi Hentikan Sementara Salat Lima Waktu di MasjidWabah Corona Membunuh 1.809 Orang di ItaliaHadapi Provokasi Iran, AS Tempatkan Dua Kapal Induk di Teluk Persia4.973 Tewas karena Corona, 69.142 SembuhCOVID -19 Menyebar di Eropa, Menteri dan 5 Anggota Parlemen Prancis Dinyatakan Positif
Laporan KhususThailand Umumkan Kasus Pertama Penularan Virus Corona AntarmanusiaBangkok-Otoritas Thailand mengumumkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke ...


Sebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa