Selasa, 31 Desember 2019 - 18:48:04 WIB
Kondisi Politik di 2020 Diprediksi Berlangsung DinamisKategori: Nasional - Dibaca: 15 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Di penghujung Tahun 2019, kondisi politik Indonesia masih dilihat oleh sebagian masyarakat stagnan. Namun hal tersebut dibantah oleh Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umun yang juga Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Bahtiar.

Menurut Bahtiar, dirinya memprediksi sebentar lagi tepatnya di Tahun 2020, kondisi politik akan sangat dinamis.

"Indeks Demokrasi Indonesia memiliki tren terus naik dan di Tahun 2020 akan ada perbaikan sistem politik dan pendidikan politik yang berjalan di masyarakat sehingga di tahun mendatang kondisi politik akan sangat dinamis," kata Bahtiar, di Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Bahtiar menjelaskan, pendidikan politik masyarakat akan meningkat dengan dilaksanakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2020 mendatang. Pilkada dimaksud akan melibatkan sekitar 107 juta pemilih atau 68 % dari total DPT Pemilu 2019.

"Pilkada serentak akan membuat masyarakat semakin dewasa dalam berpolitik. Akan muncul pertarungan ide dan gagasan di ruang publik maupun parlemen sebagai bagian dari pendidikan politik bagi masyarakat," imbuh dia.

Kata Bahtiar, dalam menyongsong penyelenggaraan Pilkada 2020, pihaknya menegaskan akan ditemui 3 tantangan besar. Pertama adalah tantangan Integritas, profesionalisme dan manajemen tata kelola Pemilu.

Dirinya menjelaskan, di tingkat kecamatan, desa/kelurahan dan di TPS membutuhkan dperkirakan setidaknya 3 juta orang penyelenggara pemilu adhock yang tersebar pada 270 daerah yang akan Pilkada th 2020.

"Proses rekruitment penyelenggara yang berintegritas menjadi faktor utama dalam menjamin kualitas penyelenggaraan Pemilu. Sehingga kami berharap masyarakat dan pers ikut serta mengawasi jalannya proses tersebut," ucap dia.

Kedua, adalah media sosial sebagai potensi sumber konflik. Melihat pengalaman di pelaksanaan Pemilu 2019, Bahtiar meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi terhadap konten yang tidak jelas sumbernya.

"Penyelenggara Pemilu harus transparan dan menjadikan media sosial sebagai tempat publikasi utama. Sehingga masyarakat dapat menerima informasi secara cepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," paparnya.

Ketiga, adalah politik identitas sebagai sumber konflik selanjutnya. Bahtiar beranggapan, kontestasi Pilkada merupakan pertandingan antar figur-figur yang memiliki berbagai prestasi dan latar belakang yang beragam.

Upaya merebut simpati dan membangun citra diri seringkali menimbulkan fanatisme berlebihan di kalangan pemilih. Fanatisme tersebut jika tidak dikendalikan akan bergeser ke fanatisme suku, agama, ras, profesi, golongan dan lain-lain.

"Politik Identitas sangat berbahaya, Pentingnya pendidikan politik kepada masyarakat sangat penting agar tidak terulang hal-hal atau dampak negatif dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sebelumnya," ungkapnya

Lebih lanjut Bahtiar mengatakan, selain Pilkada serentak di Tahun 2020 akan terjadi dinamika politik lain yang tidak kalah menyita perhatian publik. Beberapa yang akan terjadi adalah pembahasan UU Pemilu, UU Partai Politik, UU Pilkada, UU MD3, dan UU Pemda.

Kemungkinan menurut dia, nantinya akan dilaksanakan simplifikasi atau penyederhanaan atau semacam omnibus law regulasi bidang politik. "Penyederhaaan regulasi di bidang politik bertujuan untuk menata sistem politik agar lebih baik dan lebih sehat," katanya.

Bahtiar kembali menegaskan, tidak benar bila nantinya 2020 kondisi politik akan stagnan, justru akan sangat dinamis. Bahtiar mengungkapkan bahwa pekerjaan paling besar adalah soal pendidikan politik. Pendidikan politik menurutnya melibatkan banyak faktor dan memiliki aspek yang sangat luas.

"Kesuksesan dari pendidikan politik bukan hanya dari tingkat partisipasi masyarakat datang ke TPS untuk mencoblos, namun lebih dari itu, bagaimana pemilih dapat mencoblos calon kepala daerah dengan pertimbangan objektif dan rasional dengan harapan kepala daerah yang terpilih adalah pemimpin yang memiliki kompetensi, integritas, kapabilitas, leadership, dan pemimpin perubahan 5 Tahun ke depan," pungkas dia. Sin

 


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196412)Menikah di Bali (27746)Tampil di Jakarta (26780)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16347)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14283)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13960)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12798)Profil Susi Pudjiastuti (12332)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11871)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11654) INTERNASIONALPolandia Beli 32 Jet Tempur Siluman F-35 ASWARSAWA-Polandia memastikan membeli 32 unit pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning ...


Virus Wuhan Kacaukan Acara ImlekAbu Sayyaf Culik 5 WNI, Menlu RI Panggil Wakil Malaysia dan FilipinaKonflik Natuna dan Klaim Laut China Selatan Bikin ASEAN MeradangChina Resmi Tugaskan Kapal Perang Terbesar di AsiaLa Catrina, Bos Cantik Geng Narkoba Ditembak Mati Polisi MeksikoKata Mahathir, Israel Harus Diadili ICC karena 3 AlasanJet Tempur J-15 China Mulai Lepas Landas dari Kapal Induk Shandong
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu