Senin, 09 Desember 2019 - 16:35:34 WIB
Sebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat Kategori: Laporan Khusus - Dibaca: 159 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mambramo Raya, Papua dipecat atau mengundurkan diri secepatnya. Karena telah melanggar UU No.17 tahun 2017 pasal 335.  

Permintaan itu disampaikan 13 anggota Partai Politik yang di antaranya adalah PKPI, PSI, dan Partai Amanat Nasional. Melalui Sekjen Dewan Perwakilan Daerah PAN Mambramo Raya, Papua Titus Ayomi mengatakan KPU tentang melanggar UU No. 17 tahun 2017 pasal 335 ayat 1-7. Pasal 2, misalnya kata Titus, Partai Politik yang bersangkutan dikenai sanksi berupa tidak ditetapkan anggotanya sebagai anggota DPR RI/DPR Provinsi dan DPR Kabupaten dan Kota menjadi calon terpilih.

Titus menjelaskan dua nama anggota KPU yakni Marten Murafer dan Hasan Tomo serta dua anggota Bawaslu yakni Saina Sineri dan Metu Salah Komi sebaiknya mereka dipecat oleh KPU Pusat dan Bawaslu Pusat karena susah bekerja tidak baik dan tidak netral. Mereka telah mencederai hati rakyat Mambramo Raya. Sehingga, kata Titus jika ini tidak dilakukan maka akan berdampak pada Pilkada Serentak 2020.

"Jadi sebaiknya, DKPP RI KPU Pusat dan Bawaslu Pusat memberikan tindakan tegas dengan memecat empat orang tersebut. Coba bayangkan sengketa Pilkada Mambramo Raya masih tahap dalam sidanng MK yang putusannya akan diputus pada Agustus 2019, tapi pihak KPU Mambramo Raya telah melakukan sidang pleno pada 24 Mai 2019. Di mana kedua anggota KPU itu dengang sengaja berpihak kepada 3 partai yakni Partai Golkar, Gerindra, dan PKS," jelas pria kelahiran Kampuri, Mambramo Raya, Papua,  24 Desember 1972 kepada investigasibrief.com di Jakarta, Senin (9/12/2019). 

Ia menambahkan, apalagi ketiga partai tersebut Golkar, Gerindra, dan PKS sama sekali tidak mengindahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye sebagai telah diatur dalam LPDKK 1-7. Sementara 13 partai peserta pemilu di Mambramo Raya telah melaksanakan LPDKK 1-7 dengan baik dan benar.

"Sebagi ketentuan di atas kami 13 Partai mengajukan keberatan kepada Ketua DKPP RI bahwa waktu yang telah ditentukan LPDKK yakni 23 April-2 Mei 2019 pukul 18.00 WIT atau 16.00 WIB dengan tidak ada tambahan waktu ada tiga partai tidak melaporkan ke LPDKK. Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak melaksanakan dengan benar, maka ketiga partai tersebut yakni Golkar, Gerindra, dan PKS telah melanggar UU No. 7 tahun 2017 pasal 335 seperti bunyi di atas," ungkap Titus.

Jadi sekali lagi, pihaknya masih menunggu dari surat penolakan dari KPU Pusat. Sehingga, kata Titus sebaiknya DKPP RI bertindak tegas dengan memecat dua anggota KPU dan dua anggota Bawaslu Mambramo Raya. Agar ke depannya, ujar Titus, tidak mencederai demokrasi di tanah Mambramo Raya, Papua khususnya dan bumi pertiwi Indonesia umumnya.

"Apalagi, tahun depan atau 2020 ada Pilkada Serentak. Jangan sampai orang-orang seperti ada di tanah Mambramo Raya. Bisa rusak demokrasi di sana. Mereka harus dipecat secera hormat. Sekaligus mencederai dan menyakiti hati rakyat Mambramo Raya. Kami bukan orang-orang bodoh yang tidak tahu politik. Ingat kami juga mampu sebagai penyelenggara pemilu di negeri sendiri," imbuh Titus.

Adapun nama-nama 13 partai poltik yang mendukung dua anggota KPU dan dua anggota Bawaslu Mambramo Raya dipecat adalah Lukas Ewey (PKPI), Andi Mai (PSI), Spenyel Iwanggin (PKPI), Melkyani Dom (Demokrat), Makarius (PKPI), Marafel M (PSI), Karel Tamen (Demokrat), Daeng Patty Leksoin (PAN), dan Titus Ayomi (PAN). Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196578)Menikah di Bali (28193)Tampil di Jakarta (26992)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16424)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14465)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (14052)Indonesia Andalkan Empat Pewushu di 7th Sanda World Cup 2014 (13442)Profil Susi Pudjiastuti (12417)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11927)Ketua DPR RI terima dirjen badan nuklir internasiona (10706) INTERNASIONALChina Nol Kasus Baru Corona di WuhanBEIJING-China untuk pertama kalina tidak mencatat kasus (nol kasus) baru virus corona ...


Cegah Penyebaran Virus Corona, Australia Larang Masuk Semua WNARatu Elizabeth Batalkan Pesta karena Virus CoronaCegah Corona, Saudi Hentikan Sementara Salat Lima Waktu di MasjidWabah Corona Membunuh 1.809 Orang di ItaliaHadapi Provokasi Iran, AS Tempatkan Dua Kapal Induk di Teluk Persia4.973 Tewas karena Corona, 69.142 SembuhCOVID -19 Menyebar di Eropa, Menteri dan 5 Anggota Parlemen Prancis Dinyatakan Positif
Laporan KhususThailand Umumkan Kasus Pertama Penularan Virus Corona AntarmanusiaBangkok-Otoritas Thailand mengumumkan kasus pertama penularan virus corona dari manusia ke ...


Sebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa