Selasa, 19 November 2019 - 15:26:40 WIB
DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKategori: Laporan Khusus - Dibaca: 215 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Musyawarah Besar ke-VIII Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Perkumpulan dan MKGR Organisasi yang digelar di Hotel Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta,17-19 November 2019, dianggap oleh sebagain anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang tidak sah karena melanggar AD/ART.

Sebab, ada beberapa DPD dan DPC tidak diundang atau mengetahui digelarnya MKGR Perkumpulan dan MKGR organisasi.  Selain itu,  mereka dilarang masuk karena dianggap masa kepengurusannya tidak sah atau sudah kedaluwarsa atau tidak membawa mandat. Adapun DPD dan DPC yang ditolak dan tidak diperkenakan masuk adalah DPD MKGR Kalteng Awali Punjaya, DPD MGKR Jateng atas nama Waluyo, DPD MKGR Sumut atas nama Yan Max, DPD Sulut Alberth M,  DPD NTB Achmad,  DPD Kaltim Armansyah,  DPC Makassar (Adi Malaka) DPC Sragen (Sarjono) dan Sekretaris DPC Sragen Marino.  

Menurut Ketua DPD Kalteng Awali Punjaya, dirinya tidak diperkenankan masuk, karena panitia meminta SK DPP yang sah, bahwa Mubes ini sudah jauh dari cita-cita awal Panca Moral yang didengungkan pendiri MKGR Sugandi dan Mien Sugandi. Panca moral itu yakni Cinta, jujur, berani, musyawarah, dan karya nyata.

"Bagaimana kita bisa bilang kepada Panca Moral, wong yang gelar Mubes MKGR aja sudah cinta, tidak jujur, tidak berani, tidak musyawarah dan tidak kerja nyata. Kita bukan gila jabatan. Kita hanya ingin meluruskan agar mereka kembali kepada cita-cita semula yang diamanat pendirinya Bapak Sugandi. Kita ingin menyatukan elemen-elemen MKGR yang ada diseluruh Indonesia ini menyatu," ujar Ketua DPD MKGR Kalteng Awali Punjaya yang didampingi Ketua DPC MKGR Sragen Sarjono. 

Awali menambahkan, kelemahan lain dari penyelenggaraan Mubes yang berlangsung selama tiga di Taman  Mini Indonesia Indah, adalah soal penunjukkan Drs. Muchtar sebagai Ketua Panitia atau Ketua SC adalah melanggar aturan karena yang bersangkutan adalah duduk sebagai Dewan Penasehat.

"Jadi, kita hanya ingin menyatukan dan mengingatkan saja bahwa yang dilakukan salah. Bagaiman awalnya perkumpulan, bisa tiba-tiba menggelar Mubes MKGR. Saya dan teman-teman tidak punya ambisi apa-apa terhadap organisasi ini. Marilah kita duduk bareng dan membenahi organisasi ini." tegas mantan atlet bulutangkis diera 1980-an ini. 

Senada dengan Awali, Ketua DPC MKGR Sragen Sarjono mengatakan bahwa ada kejaggalan dalam Mubes ini pendiri MKGR,  Mien Sugandi yang sehat walafiat tidak dihadirkan. 

Mubes MKGR ke-VIII tidak sesuai atauran. Masak dari perkumpulan, bisa tiba-tiba Mubes. "Parahnya lagi karena kami protes kami dilarang masuk. Sudah begitu, Pak Muchtar yang nota bene sebagai Dewan Pembina, bisa tiba-tiba jadi Ketua Panitia Mubes," tanya Sarjono.

Sarjono menambahkan, seyogianya Mubes Ormas MKGR dalam anggaran AD/ART Pakal 31 yang isinya Mubes diselanggarakan  secara rutin 5 tahun sekali dan dihadiri seluruh anggota pimpinan pusat,  Dewan Pertimbangan   Pusat. Dan Dewan Pimpinan Daerah serta utusan dari pimpinan DPC .

"Tetapi kenapa sebagian DPD dan DPC tidak diundang?  Yang diundang tetap ditolak dan tidak diperkenan masuk. Bila panitia  tidak memahaminya mohon dibaca AD/ART. Di sini kami semua yang cinta organisasi MKGR yang azasnya musyawarah meluruskan bagi teman-teman yang menyalahi aturan AD/ART tersebut," tegas Sarjono. 

Menanggapi kritik yang ditujukan kepada dirinya, Muchtar dengan santai menjawab, bahwa yang menunjuk dirinya sebagai Ketua Panitia adalah DPP MKGR, bukan atas kehendak dirinya. Dan, itu menurut Muchtar tidak menyalahi aturan karena hak prerogatif DPD MGKR.

"Siapa bilang menyalahi aturan, meski saya ada di Dewan Pembina. Itu hak prerogatif DPP. Bukan atas kemauan saya menjadi Ketua Panitia Mubes. Buat apa saya mengejar jabatan itu. Lalu soal perkumpulan, dari awal sudah ditegaskan bahwa ini acaranya adalah Musyawarah Besar, atau memilih ketua umum yang baru. Jadi, setiap peserta wajib membawa mandat karena punya hak suara," demikian ditegaskan Muchtar kepada wartawan investigasibrief.com, Selasa (19/11/2019) di Hotel Desa Wisata, TMII Jakarta. Jok 


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196198)Menikah di Bali (27583)Tampil di Jakarta (26665)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16297)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14123)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13898)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12740)Profil Susi Pudjiastuti (12272)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11820)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11622) INTERNASIONALIni Dia Pemimpin Termuda DuniaHELSINKI-Seorang perempuan berusia 34 tahun terpilih sebagai perdana menteri (PM) baru Finlandia. Pemimpin ...


Filipina Bakal Beli Rudal Jelajah Supersonik Tercepat di DuniaErdogan Sambut Kunjungan Menhan Prabowo di Istana PresidenHadapi Banyak Kritikan, Abe Jadi PM Jepang TerlamaAda yang Shock dalam Transkrip Penyelidikan Pemakzulan TrumpAngin Segar Perang Dagang China-AS, Trump Tunda Kenaikan Tarif BaruDelegasi Korut Tiba di Swedia untuk Berunding dengan ASTrump: Perundingan Nuklir dengan Korut Terus Berlanjut
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu