Rabu, 16 Oktober 2019 - 21:55:50 WIB
Neraca Dagang Defisit, Bank Indonesia Sebut Faktor GlobalKategori: Ekbis - Dibaca: 48 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Bank Indonesia (BI)menilai melambatnya pertumbuhan ekonomi global menjadi faktor yang menekan neraca dagang Indonesia hingga defisit USD0,16 miliar pada September 2019. Padahal, bulan sebelumnya tercatat surplus USD0,11 miliar.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Onny Widjarnako memandang perkembangan neraca perdagangan pada September 2019 tidak terlepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan harga komoditas yang terus menurun.

"Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan," ujar Onny di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, defisit tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang menurun di tengah defisit neraca perdagangan migas yang stabil. "Penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas disebabkan oleh ekspor nonmigas yang belum kuat di tengah impor nonmigas yang meningkat," jelasnya.

Meskipun demikian, kinerja pertumbuhan ekspor secara keseluruhan menunjukkan perbaikan dari -10,0% (yoy) menjadi -5,7% (yoy) pada September 2019. Demikian pula kinerja pertumbuhan impor secara keseluruhan juga menunjukkan perbaikan dari -15,7% (yoy) menjadi -2,4% (yoy) pada September 2019.

Sebagai informasi, neraca perdagangan nonmigas pada September 2019 tercatat surplus USD0,60 miliar, menurun dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar USD0,87 miliar.

Kondisi ini dipengaruhi oleh ekspor nonmigas yang belum kuat sejalan dengan perekonomian dunia yang melambat dan harga komoditas yang menurun. Sebaliknya, kinerja impor nonmigas meningkat terutama didorong oleh meningkatnya impor barang konstruksi sejalan dengan masih kuatnya investasi bangunan.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas pada September 2019 tercatat sebesar USD0,76 miliar, tidak jauh berbeda dibandingkan dengan catatan bulan sebelumnya.

Ekspor migas dalam bentuk minyak mentah dan gas menurun lebih dalam, baik secara nilai maupun volume, sedangkan ekspor produk minyak meningkat sejalan dengan kenaikan permintaan dari Malaysia. Adapun impor migas menurun antara lain dipengaruhi penurunan harga minyak dunia. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196198)Menikah di Bali (27583)Tampil di Jakarta (26665)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16297)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14123)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13898)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12740)Profil Susi Pudjiastuti (12272)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11820)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11622) INTERNASIONALIni Dia Pemimpin Termuda DuniaHELSINKI-Seorang perempuan berusia 34 tahun terpilih sebagai perdana menteri (PM) baru Finlandia. Pemimpin ...


Filipina Bakal Beli Rudal Jelajah Supersonik Tercepat di DuniaErdogan Sambut Kunjungan Menhan Prabowo di Istana PresidenHadapi Banyak Kritikan, Abe Jadi PM Jepang TerlamaAda yang Shock dalam Transkrip Penyelidikan Pemakzulan TrumpAngin Segar Perang Dagang China-AS, Trump Tunda Kenaikan Tarif BaruDelegasi Korut Tiba di Swedia untuk Berunding dengan ASTrump: Perundingan Nuklir dengan Korut Terus Berlanjut
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu