Jumat, 27 September 2019 - 18:33:29 WIB
Rusia Jajal Rudal Jelajah Kh-35Kategori: Internasional - Dibaca: 120 kali


Baca Juga:

MOSKOW-Militer Moskow menguji tembak rudal jelajah subsonik Kh-35 dari sistem rudal Uran yang dipasang di sebuah kapal milik Armada Pasifik Rusia. Senjata yang diuji tembak di Laut Jepang ini menjadi momok bagi kapal-kapal militer Barat.

Kementerian Pertahanan Rusia yang dilansir kantor berita TASS, Kamis (26/9/2019), mengatakan misil jelajah itu ditembakkan ke sasaran laut.

"Rudal jelajah Kh-35 berhasil mencapai target permukaan yang melayang pada jarak lebih dari 50 kilometer. Sekitar 10 kapal perang dan kapal tambahan, serta pesawat terbang dari armada Armada Pasifik, terlibat dalam uji coba," kata kementerian tersebut tanpa merinci tanggal uji coba senjata tersebut.

Sebelumnya, kapal rudal kecil Smerch menembakkan rudal dari meriam otomatis 76-mm AK-176MA universal terbaru dan sistem artileri sistem anti-pesawat AK-630 kaliber kecil 30-mm.

Sebelumnya, perbaikan dan modernisasi kapal rudal kecil Smerch berlangsung di Pusat Perbaikan JSC North Eastern di Kamchatka serta pusat perbaikan kapal Dalzavod di Vladivostok. Selama periode waktu itu, Smerch dipersenjatai kembali dengan sistem rudal jelajah anti-kapal Uran, yang menggantikan sistem rudal Malakhit.

Uji coba senjata ini menyusul pernyataan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu yang mengatakan Moskow tidak membutuhkan kapal induk seperti yang dimiliki Amerika Serikat (AS). "Kami tidak membutuhkan kapal induk, kami membutuhkan senjata untuk menenggelamkannya," katanya.

Ketegangan antara Barat dan Rusia berada di ujung tanduk sejak Presiden AS Donald Trump menarik AS dari perjanjian nuklir yang dikenal sebagai Perjanjian Angkatan Nuklir Jangka Menengah (INF).

Ketegangan juga memanas di Timur Tengah seperti yang terungkap pada hari Kamis bahwa Rusia akan memperluas pangkalan udara Khmeimim di Suriah.

Moskow sedang memperluas kemampuan militernya di Suriah dan membangun kembali landasan pendaratan kedua untuk memungkinkan fasilitas itu melayani lebih banyak pesawat.

Shoigu mengatakan militer Rusia berada di Suriah untuk membela rakyatnya. "AS menghabiskan banyak uang untuk kontraktor militer swasta, pada kapal induk. Nah, apakah Rusia benar-benar membutuhkan lima hingga sepuluh kelompok serangan kapal induk, mengingat kami tidak berniat menyerang siapa pun?," ujarnya. Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196411)Menikah di Bali (27742)Tampil di Jakarta (26779)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16347)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14274)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13959)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12797)Profil Susi Pudjiastuti (12331)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11870)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11652) INTERNASIONALPolandia Beli 32 Jet Tempur Siluman F-35 ASWARSAWA-Polandia memastikan membeli 32 unit pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning ...


Virus Wuhan Kacaukan Acara ImlekAbu Sayyaf Culik 5 WNI, Menlu RI Panggil Wakil Malaysia dan FilipinaKonflik Natuna dan Klaim Laut China Selatan Bikin ASEAN MeradangChina Resmi Tugaskan Kapal Perang Terbesar di AsiaLa Catrina, Bos Cantik Geng Narkoba Ditembak Mati Polisi MeksikoKata Mahathir, Israel Harus Diadili ICC karena 3 AlasanJet Tempur J-15 China Mulai Lepas Landas dari Kapal Induk Shandong
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu