Kamis, 26 September 2019 - 14:41:41 WIB
Putin Desak NATO Hentikan Pengerahan Rudal Terlarang di EropaKategori: Internasional - Dibaca: 118 kali


Baca Juga:

MOSKOW-Presiden Rusia Vladimir Vladimorvich Putin mendesak NATO (North Atlantic Treaty Organization) untuk menangguhkan pengerahan rudal yang dilarang dalam perjanjian INF di Eropa. Desakan orang nomor satu Kremlin itu disampaikan dalam sebuah surat kepada aliansi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) tersebut.

Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty atau Perjanjian Angkatan Nuklir Jarak Menengah 1987 resmi mati pada 2 Agustus 2019 karena AS menarik diri.

Ada kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa Rusia dan AS menuju ke arah perlombaan senjata setelah matinya Perjanjian INF. Washington keluar dari Perjanjian INF dengan alasan Moskow melanggar ketentuan dalam perjanjian. Rusia membantah dan menuduh balik AS yang melanggarnya.

Seroang diplomat senior Moskow sebelumnya juga telah meminta AS untuk mengumumkan moratorium penempatan rudal jarak pendek dan menengah berkemampuan nuklir di Eropa.

"Kami mendesak Anda untuk mendukung upaya kami dengan mengumumkan moratorium NATO pada penyebaran rudal berbasis darat yang mirip dengan yang diumumkan oleh Rusia," tulis Putin kepada aliansi militer Barat, seperti dikutip dari surat kabar Kommersant, Kamis (26/9/2019).

Dalam suratnya, Putin mengatakan bahwa Rusia siap untuk menegakkan moratorium setelah langkah-langkah yang verifikasi. Surat itu diterima seorang diplomat negara anggota NATO di Majelis Umum PBB. Surat Putin juga dikirim ke China, negara non-NATO.

"Rusia telah mengumumkan keputusannya untuk tidak mengerahkan rudal jarak menengah dan pendek di Eropa atau wilayah lain selama Amerika menahan diri untuk tidak melakukannya," lanjut surat Putin.

Sementara itu, sumber dari salah satu Kementerian Luar Negeri anggota NATO yang dikutip Kommersant menganggap proposal Putin "omong kosong". Sumber itu percaya Rusia telah mengerahkan senjata seperti itu di wilayah Eropa.

Pentagon mengatakan bulan lalu bahwa mereka telah menguji coba rudal jelajah yang dikonfigurasi secara konvensional yang mencapai target setelah melesat lebih dari 500 kilometer. Tes senjata semacam itu adalah yang pertama kalinya dilakukan AS sejak runtuhnya Perjanjian INF.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko pada bulan ini mengatakan Moskow hampir menyelesaikan persiapan untuk merespons uji coba misil AS tersebut. Net


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196411)Menikah di Bali (27745)Tampil di Jakarta (26780)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16347)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14274)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13960)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12797)Profil Susi Pudjiastuti (12332)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11870)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11652) INTERNASIONALPolandia Beli 32 Jet Tempur Siluman F-35 ASWARSAWA-Polandia memastikan membeli 32 unit pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning ...


Virus Wuhan Kacaukan Acara ImlekAbu Sayyaf Culik 5 WNI, Menlu RI Panggil Wakil Malaysia dan FilipinaKonflik Natuna dan Klaim Laut China Selatan Bikin ASEAN MeradangChina Resmi Tugaskan Kapal Perang Terbesar di AsiaLa Catrina, Bos Cantik Geng Narkoba Ditembak Mati Polisi MeksikoKata Mahathir, Israel Harus Diadili ICC karena 3 AlasanJet Tempur J-15 China Mulai Lepas Landas dari Kapal Induk Shandong
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu