Rabu, 25 September 2019 - 12:10:41 WIB
Partai Demokrat Luncurkan Penyelidikan untuk Makzulkan TrumpKategori: Internasional - Dibaca: 100 kali


Baca Juga:

WASHINGTON-Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) secara resmi telah membuka penyelidikan terhadap Presiden Donald Trump dengan tuduhan meminta bantuan politik dari Ukraina. Hal itu disampaikan langung oleh Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

"MInggu ini presiden telah mengakui meminta presiden Ukraina untuk mengambil tindakan yang akan menguntungkannya secara politik," ujarnya.

"Presiden harus bertanggung jawab," imbuhnya seperti dikutip dari BBC, Rabu (25/9/2019).

Pelosi menolak seruan kalangan liberal untuk berusaha memakzulkan presiden asal Partai Republik itu dari jabatannya sebagai upaya yang meningkatkan dukungannya.

Semua bermula pada pekan lalu saat muncul laporan yang mengatakan pejabat intelijen AS telah mengeluh kepada pengawas pemerintah tentang interaksi Trump dengan seorang pemimping negara lain. Belakangan terungkap jika pemimpin negara lain yang dimaksud adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Keluhan itu, yang dianggap "mendesak" dan dapat dipercaya oleh inspektur jenderal intelijen, telah diminta oleh Partai Demokrat tetapi Gedung Putih dan Departemen Kehakiman AS menolak untuk memberikannya.

Apa yang sebenarnya dikatakan masih belum jelas namun Partai Demokrat menuduh Trump mengancam akan menahan bantuan militer untuk memaksa Ukraina menyelidiki tuduhan korupsi terhadap mantan wakil presiden AS Joe Biden dan putranya Hunter.

Trump sendiri telah mengakui telah mendiskusikan Joe Biden dengan Zelensky, tetapi mengatakan ia hanya berusaha membuat Eropa meningkatkan bantuan dengan mengancam akan menahan bantuan militer.

Jika terwujud, DPR AS akan memberikan suara untuk setiap dakwaan dan Partai Demokrat mayoritas di sana, pemakzulan akan dengan mudah berlalu.

Namun pertarungan kemudian akan terjadi di Senat, di mana Partai Republik memegang kendali, dibutuhkan suara dua pertiga untuk mendukung pemakzulan Trump.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan YouGov mengatakan 55% warga AS akan mendukung pemakzulan jika dipastikan bahwa Presiden Trump menangguhkan bantuan militer ke Ukraina untuk mendorong para pejabat negara itu menyelidiki Joe Biden. Nat


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196406)Menikah di Bali (27739)Tampil di Jakarta (26777)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16345)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14258)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13958)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12795)Profil Susi Pudjiastuti (12329)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11869)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11652) INTERNASIONALPolandia Beli 32 Jet Tempur Siluman F-35 ASWARSAWA-Polandia memastikan membeli 32 unit pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning ...


Virus Wuhan Kacaukan Acara ImlekAbu Sayyaf Culik 5 WNI, Menlu RI Panggil Wakil Malaysia dan FilipinaKonflik Natuna dan Klaim Laut China Selatan Bikin ASEAN MeradangChina Resmi Tugaskan Kapal Perang Terbesar di AsiaLa Catrina, Bos Cantik Geng Narkoba Ditembak Mati Polisi MeksikoKata Mahathir, Israel Harus Diadili ICC karena 3 AlasanJet Tempur J-15 China Mulai Lepas Landas dari Kapal Induk Shandong
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu