Sabtu, 03 Agustus 2019 - 17:33:17 WIB
Berakting dengan Kekuatan EmpatiKategori: Profile - Dibaca: 80 kali


Baca Juga:

KUNCI kekuatan Julie Anne Smith atau dikenal dengan Julianne Moore saat berakting adalah kemampuannya dalam berempati dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. 

Ya, Julianne memang kerap digambarkan di media sebagai salah satu aktris paling berbakat dan berprestasi pada generasinya. Sebagai aktris paruh baya, dia jarang mendapatkan peran sebagai wanita tua dan terus-menerus memerankan karakter yang sama atau hanya bermain dalam film berbujet besar. 

Sebaliknya, Julianne justru bisa menikmati penampilannya dalam berbagai film independen berbiaya rendah, apalagi produksi Hollywood berskala besar. Salah satu karakter Julianne yang begitu kuat di sepanjang karier aktingnya adalah peran sebagai wanita bermasalah, terutama peran yang harus mengeluarkan kekuatan emosi. 

Julianne muncul menjadi sosok perempuan yang berkarakter. Pada awal bulan ini, Julianne mulai aktif mempromosikan film terbarunya, After the Wedding. Di sini dia bekerja sama dengan sang suami, Bart Freundlich, yang menjadi sutradaranya. 

After the Weddingmerupakan remakefilm berbahasa Denmark yang diangkat sutradara Bird Box, Susanne Bier. Film ini menjadi kolaborasi keempat antara Julianne dan suaminya. Dalam film tersebut, sang aktris juga memulai debutnya sebagai produser. 

“Pada awal karier sebagai aktor muda, Anda tidak peduli apa yang Anda lakukan karena Anda hanya ingin memiliki pekerjaan. Anda mengambil kesempatan apa pun yang datang. Anda terus mengambil langkah demi langkah untuk menumbuhkan karier. 

Saya selalu merasa bertanggung jawab untuk menemukan peran besar, mencari peran, dan menemukan sutradara yang ingin saya ajak bekerja sama. Saat ini untuk pertama kalinya, saya mulai mengembangkan materi untuk diri sendiri,” ungkap Julianne, dikutip The News

Film After the Wedding ditayangkan perdana dalam Sundance Film Festival pada Januari lalu dan ikut membuka Festival Film Internasional Karlovy Vary ke-54 pada akhir Juni lalu. Saat itu Julianne juga menerima penghargaan Crystal Globe untuk Outstanding Artistic Contribution to World Cinema. 

Saat berbicara dalam sebuah konferensi pers, aktris yang akan berusia 59 tahun pada 3 Desember mendatang ini memuji kekuatan film yang mengangkat empati serta peringatan terhadap bahaya sejarah yang berulang. Dia lebih jauh merefleksikan kemampuan film dalam menjembatani jarak fisik dan perbedaan politik. 

Pada kesempatan itu, Julianne berbicara penuh semangat tentang peringatan 30 tahun Revolusi Velvet di Cekoslowakia yang mengakhiri pemerintahan komunis. Apa yang dikatakan Julianne itu berkaitan erat dengan masa kecilnya. 

Dikutip Variety, Julianne ingat masa kecilnya sebagian kecil dihabiskan di Frankfurt, Jerman, ketika sang ayah, Peter Moore Smith, yang seorang tentara Amerika Serikat ditugaskan di sana. Ini menjadi pengalaman luar biasa bagi Julianne untuk memahami kehidupan di bawah rezim komunisme selama periode Perang Dingin. 

“Ketika Tembok Berlin runtuh pada 1989, itu merupakan masalah besar untuk keluarga saya,” ujarnya. Julianne dan keluarga harus kembali ke Berlin pada awal 1990-an dan benar-benar terkejut melihat apa yang terjadi di sana sejak saat itu, yakni pertumbuhan dan kebebasan serta modernitas yang tiba-tiba melesat. 

Menurutnya, sangat penting untuk terus mengingat sejarah sehingga orangorang mengerti dan tidak lupa bagaimana rasanya hidup dalam rezim seperti itu. “Ketika Anda terbentur jarak fisik dan tidak paham kondisi yang sebenarnya, sangat sulit untuk memiliki empati, kecuali Anda melihat dan mengetahuinya. 

Salah satu cara untuk mempelajari hal itu adalah melalui film,” tuturnya. Dalam setiap perannya, Julianne terlihat tampil sangat alami dan tanpa beban. Apa rahasianya? Dikutip dari The National Scotland, Julianne mengatakan, sebagai seorang aktor atau aktris, yang dimilikinya hanyalah diri sendiri. 

Hal ini bisa terlihat melalui film terbarunya yang lain, Gloria Bell. Di situ dia berperan sebagai wanita berumur 50-an yang harus bercerai dan menghabiskan hari-harinya dengan menari sekaligus menggoda pengunjung di sebuah klub malam. 

Film ini menjadi karya yang sempurna untuk orang-orang berbakat seperti Julianne. Dia mengaku sangat gembira saat membaca naskah film tersebut untuk pertama kali. Kisah ini disebut-sebut bisa menjadi salah satu upaya pemberdayaan bagi perempuan. 

Film Gloria Belldirilis pada September tahun lalu di Toronto International Film Festival, kemudian di Amerika Serikat pada Maret 2019. Dikutip Indie Wire, Julianne kembali dikabarkan bakal membintangi film arahan Joe Wright, The Woman in the Window, yang direncanakan rilis pada 4 Oktober mendatang di Kanada. 

Saat ini Julianne juga sedang syuting film The Glorias: A Life on the Roadyang disutradarai Julie Taymor. Di situ Julianne berperan sebagai Gloria Steinem. Kisah film ini terinspirasi dari buku autobiografi seorang pahlawan wanita yang berjudul My Life on the Road. 

Selain itu, Julianne akan kembali ke layar kaca dengan membintangi serial drama Lisey’s Storyyang direncanakan tayang pada saluran streamingApple TV+. Setelah jarang tampil di televisi, ini akan menjadi peran utama pertama sang aktris dalam sebuah serial. 

Serial drama tersebut didasarkan atas novel yang ditulis Stephen King pada 2006. Menurut rencana, King akan menulis skrip seri tersebut sepanjang delapan episode. Dikutip dari The Hollywood Reporter, Julianne mendapatkan peran utama dalam film bergenre thrillertersebut. 

Menurut Julianne, dia secara pribadi mengikuti perjalanan hidup Lisey selama dua tahun setelah kematian suaminya. Serial ini mengeksplorasi serangkaian peristiwa yang menyebabkan Lisey harus menghadapi kenyataan yang “luar biasa” tentang mendiang suaminya. 

“Saya belum membaca buku aslinya. Tetapi, sinopsis yang tulis di situs Amazon membuat buku tersebut terkesan sangat pribadi. King pernah menulis, ini adalah sebuah kisah tentang penciptaan dan pengorbanan yang diperlukan untuk menghasilkan karya yang mengesankan,” kata Julianne.  Sis


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (196411)Menikah di Bali (27746)Tampil di Jakarta (26780)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (16347)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (14279)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13960)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12797)Profil Susi Pudjiastuti (12332)Wawarinka Melangkah ke Perempat Final (11870)Khloe Kardashian Siap Ceraikan Lamar Odom (11654) INTERNASIONALPolandia Beli 32 Jet Tempur Siluman F-35 ASWARSAWA-Polandia memastikan membeli 32 unit pesawat jet tempur siluman F-35 Lightning ...


Virus Wuhan Kacaukan Acara ImlekAbu Sayyaf Culik 5 WNI, Menlu RI Panggil Wakil Malaysia dan FilipinaKonflik Natuna dan Klaim Laut China Selatan Bikin ASEAN MeradangChina Resmi Tugaskan Kapal Perang Terbesar di AsiaLa Catrina, Bos Cantik Geng Narkoba Ditembak Mati Polisi MeksikoKata Mahathir, Israel Harus Diadili ICC karena 3 AlasanJet Tempur J-15 China Mulai Lepas Landas dari Kapal Induk Shandong
Laporan KhususSebaiknya, Dua Anggota KPU dan Dua Anggota Bawaslu Mambramo Raya Dipcat JAKARTA-Sebaiknya, dua anggota Koalisi Pemilihan Umum (KPU) dan dua anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...


Tim Pelajar SD Indonesia Raih 11 Perak dan 11 Perunggu di IMSOKen Chaidian Pimpin MGKR DPD dan DPC Menolak Mubes MKGR Perkumpulan atau MKGR OrganisasiKPN Sail Nias Tiba Kembali di JakartaKontingen Pelantara 9 Gelar Kegiatan di LampungKRI Tanjung Kambani 971 Gelar Ritual Khatulistiwa Kontingen Pelantara 9 Saksikan Atraksi Lompat Batu