Kamis, 04 Juli 2019 - 17:52:27 WIB
Icuk: Sebaiknya ke Depan KONI Pusat Ikut Membina AtletKategori: Olahraga - Dibaca: 52 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Ada kesan selama ini, tugas pokok Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat hanya melakukan pelantikan terhadap induk-induk organisasi olahraga atau cabor. Atau juga melantik Konida-konida yang tersebar di berbagai provinsi.

Padahal, sejujurnya tugas dan fungsi KONI Pusat adalah ikut membina atlet-atlet, jika cabor-cabor tak mampu melakukannya karena kendala keterbatasan anggaran atau dana. Sebab, selama ini kesannya cabor-cabor ketika menggelar pelatnas, terutama ketika menjelang menghadap pentas multi event seperti SEA Games, Asian Games, atau Olimpiade mengandalkan dana pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Paradigma seperti ini harus dikesampingkan. Artinya, KONI Pusat sudah saatnya kembali melakukan pembinaan di level bawah atau lapis kedua. Sementara level utama biarlah itu tugas dari induk-induk organisasi olahraga atau cabor-cabor.

Penegas tersebut disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABRI) Icuk Sugiarto. "Caranya, mungkin dimulai dari lima cabang olahraga unggulan, seperti angkat besi, sepaktakraw, bola tangan, panahan, atau cabang gulat. Tentunya, usai mereka tergolong lapis kedua. Sehingga, tiga atau lima tahun ke depan mereka bisa menjadi atlet andalan," jelas Icuk di Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Kalau untuk atlet lapis utama, biarlah yang ngurusi, cabang yang bersangkutan, kata juara dunia 1983 ini. "Anggaran atau dananya mungkin bisa bersumber dari BUMN atau BUMD. Yang mencari anggarannya adalah bapak-bapak yang di KONI yang tentunya profesional. Atau solusinya lewat dana atau anggaran CSR dari perusahaan BUMN. Atau dicari bapak angkat. Sehingga tidak lagi tergantung kepada pemerintah," tutur Icuk yang memiliki istri asal Sumatera Utara, Nina Yaroh.

Tempatnya, kata Icuk bisa saja di kawasan Sukabumi seperti di Icuk Sugiarto Training Camp. "Saya bersedia memfasilitasinya. Bahkan, saya tidak keberatan kalau namanya diubah menjadai Training Camp KONI Pusat," jelas Icuk. 

Icuk menambahkan, dengan melakukan hal seperti di atas maka kesan selama ini KONI Pusat hanya pajangan tidak lagi muncul. "Selama ini kesannya KONI Pusat hanya melantik dan mengukuhkan cabor-cabor atau Konida-konida. Ke depan paradigma seperti itu harus dihapuskan," tambah Icuk.

Mantan Ketua PBSI Pengrov DKI ke depan berharap, agar Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, yang baru terpilih secara aklamasi , Selasa (2/7/2019), agar bisa memilih dan mendudukkan orang-orang yang profesional di tubuh KONI Pusat. Jok  

 


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.