Kamis, 27 Juni 2019 - 10:23:28 WIB
Mantan Putri Kecantikan Diperkosa Eks Presiden Gambia Kategori: Internasional - Dibaca: 24 kali


Baca Juga:

GAMBIAMantan putri kecantikan di Gambia, Toufah Jallow, mengungkapkan bahwa dia pernah diperkosa oleh mantan Presiden Yahya Jammeh saat diktator itu berkuasa. Pengakuan perempuan berusia 23 tahun itu merupakan bagian dari laporan organisasi hak asasi manusia (HAM) Human Rights Watch and Trial International yang merinci dugaan pelecehan seksual dan perkosaan yang dilakukan Jammeh.

Juru bicara partai Jammeh, APRC menolak tuduhan terhadap mantan pemimpin militer Gambia itu. Jammeh yang kalah dalam pemilihan presiden pada 2016, setelah berkuasa selama lebih dari dua dekade, saat ini tengah berada di pengasingan di Guinea Ekuator.

“Kami sebagai sebuah partai dan rakyat Gambia bosan dengan aliran tuduhan tak berdasar yang telah dilaporkan terhadap mantan presiden kami,” kata Ousman Rambo Jatta, dalam sebuah pernyataan tertulis kepada BBC.

“Sang mantan presiden tidak punya waktu untuk bereaksi terhadap kebohongan dan kampanye pencemaran nama baik. Dia adalah pemimpin yang sangat takut pada Tuhan dan saleh yang tidak memiliki apa-apa selain menghormati wanita Gambia kami,” kata wakil pimpinan APRC itu.

Kepada BBC, Jallow mengatakan bahwa dia ingin bertatap muka dengan Jammeh di pengadilan agar pria berusia 54 tahun itu bisa diadili.

Jallow mengatakan bahwa dia berusia 18 ketika dia bertemu Jammeh setelah memenangi kontes kecantikan pada 2014 di Ibu Kota, Banjul.

Selama beberapa bulan setelah penobatannya, dia mengatakan mantan presiden itu bertindak sebagai figur ayah saat mereka bertemu. Jammeh memberikan saran, hadiah, dan uang, serta mengorganisir pemasangan aliran air di rumah keluarganya.Kemudian pada jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh ajudan presiden, Jammeh memintanya untuk menikah dengannya. Jallow mengatakan bahwa dia menolak permintaan itu dan godaan lain yang diberikan ajudan Jammeh agar dia setuju.

Jallow mengatakan ajudan itu kemudian bersikeras dia menghadiri upacara keagamaan di Wisma Negara dalam perannya sebagai ratu kecantikan pada Juni 2015. Tapi ketika dia tiba di sana, dia dibawa ke kediaman pribadi presiden.

“Sudah jelas apa yang akan terjadi,” katanya, menggambarkan kemarahan Jammeh karena penolakannya..

Jallow mengatakan Jammeh menamparnya dan menyuntik lengannya dengan jarum.

“Dia menggosok alat kelaminnya di wajahku, mendorongku berlutut, menarik bajuku ke atas dan menyodomi aku.”

Perempuan muda itu mengatakan setelah kejadian itu dia mengunci diri di rumah selama tiga hari dan kemudian memutuskan untuk melarikan diri ke negara tetangga, Senegal.

Di Dakar, Ibu Kota Senegal, Jallow meminta bantuan dari berbagai organisasi hak asasi manusia. Beberapa pekan kemudian, status perlindungannya ia disetujui dan dia dipindahkan ke Kanada, tempat ia tinggal sejak saat itu.

“Saya benar-benar berusaha menyembunyikan cerita ini dan menghapusnya dan memastikan itu bukan bagian dari saya.

“Secara realistis saya tidak bisa melakukannya, jadi saya memutuskan untuk berbicara sekarang karena sudah waktunya untuk menceritakan kisah itu dan untuk memastikan bahwa Yayha Jammeh mendengar apa yang telah ia lakukan,” kata Jallow.

Dia juga mengatakan bahwa dia ingin bersaksi di hadapan Komisi Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Perbaikan (TRRC) Gambia, yang dibentuk oleh Presiden Adama Barrow, yang mengalahkan Jammeh pada pemilihan Desember 2016.

TTRC sedang menyelidiki pelanggaran HAM yang diduga dilakukan selama pemerintahan Jammeh selama 22 tahun, termasuk laporan pembunuhan di luar proses hukum, penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang.

Jammeh dipaksa mundur dari jabatannya pada Januari 2017 setelah kekuatan regional mengirim pasukan ke Gambia ketika dia menolak untuk menyerahkan kekuasaan setelah kekalahan dalam pemilihan. Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.