Selasa, 11 Juni 2019 - 17:04:49 WIB
LRT Kalah Populer dari MRTKategori: Ibu Kota - Dibaca: 33 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Pelaksanaan uji coba Light Rail Transit (LRT) untuk publik yang berlangsung hari ini, Selasa (11/6/2019) sepertinya kurang diminati di banding MRT. Stasiun Boulevard Utara di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang menjadi tempat pelaksanaan tak begitu ramai. 

Pantauan SINDOnews, Selasa (11/6/2019) di lokasi, uji coba yang dilakukan sejak pukul 09.00 WIB tak begitu ramai. Suasana stasiun tampak renggang hanya beberapa petugas keamanan yang terlihat berjaga jaga di areal masuk stasiun dan peron. 

Kawasan peron di sisi barat dan timur yang ada di lokasi begitu senyap. Penumpukan tak terlihat di sekitaran peron, hanya beberapa awak media saja yang terlihat memenuhi sejumlah peron dan mencoba dua rangkaian kereta LRT. 

Di bagian dalam kereta, meskipun sejumlah kursi di isi, namun bila terlihat suasana dalam kereta tak begitu ramai. Hanya awak media yang begitu mendominasi isi kereta. Sementara masyarakat hanya sebagian kecil yang terlihat ada di dalam gerbong rangkaian. 

Tak terkecuali di loket stasiun sebelum masuk peron. Antrean nyaris tak terlihat tiga petugas wanita yang berjaga masih bisa bersantai. Mereka hanya melihat dan mengarahkan sejumlah masyarakat termasuk awak media untuk mempergunakan mesin taping. 

“Bisa dibilang masih kurang ramai dibandingkan MRT (Mass Rapid Transit),” kata Darsono (42) salah satu masyarakat yang mengikuti uji coba di kawasan Stasiun Boulevard Utara, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019).

Warga Tanjung Priok yang datang bersama istri dan dua anaknya ini beberapa bulan sebelumnya juga mencoba uji coba MRT sepanjang Lebak Bulus - Bunderan HI. Kala itu, kata Darsono, suasana stasiun, peron, dan kereta tampak penuh sesak, bahkan di peron pihaknya nyaris kesulitan bergerak. 

Darsono menyakini popularitas LRT kalah jauh bila di bandingkan MRT. Jarak hanya kurang 5,8 kilometer membuat penggunaan Kereta tidak terasa. “Mungkin karena sebentar jadi kurang kali yah. Kalo MRT agak panjang tuh, jadi kita puas naiknya,” timpal Darsono.

 

Sependapat, Rizka (24) menilai uji coba LRT kalah jauh bila membandingkan MRT. Meskipun saat pelaksanaan uji coba dirinya datang disaat hari kerja. Namun hal itu tak mengurangi minat masyarakat menggunakan jasa MRT. 

Berbeda dengan MRT yang mendaftar ujicoba menggunakan jasa online shop, Rizka mengakui mendaftarkan diri ujicoba LRT melalui website resminya. Dari situ ia kemudian mendapatkan barcode yang ditukarkan kartu. “Kartu itu menjadi akses masuk mesin tapping sebelum naik kereta,” ucapnya. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.