Senin, 10 Juni 2019 - 12:02:25 WIB
LRT Jakarta Diuji Publik Mulai SelasaKategori: Ibu Kota - Dibaca: 70 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Moda transportasi kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Velodrome-Kelapa Gading akan diuji publik mulai Selasa (11/6/2019). Uji publik tiga hari pertama disediakan kuota sebanyak 5.000 per hari. Ada enam rangkaian kereta yang akan beroperasi selama uji publik. 

Corporate Communication Manager PT LRT Jakarta, Melisa Suciati ,mengatakan, dalam rangka persiapan menuju operasi komersial LRT Jakarta, pihaknya akan memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk menikmati fasilitas moda transportasi publik baru itu. 

Program uji publik LRT Jakarta akan dimulai pada Selasa (11/6) dengan waktu operasi kereta mulai pukul 5.30 WIB sampai dengan 23.00 WIB dan selang waktu antar kereta (headway) 10 menit.

"Uji coba ya sampai LRT diperbolehkan operasi secara komersial. Kami selaku operator hanya menjalankan sistem pengoperasian saja. Masalah tekhnis izin operasional silahkan ke PT Jakarta Propertindo (Jakpro)," ujar Melisa saat dihubungi, Minggu (9/6/2019).

Melisa menjelaskan, tujuan utama program uji publik ini tidak hanya mempersiapkan sistem perkeretaapian dan SDM-nya saja. Namun juga familiarisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa moda transportasi baru perlu dipersiapkan dengan baik dalam rangka menyongsong peradaban budaya baru bertransportasi publik.

Terdapat lima stasiun yang digunakan sebagai akses naik/turun penumpang, yaitu Stasiun Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Penumpang cukup membawa e-Ticket yang didapatkan dari pendaftaran uji publik secara online di website PT LRT Jakarta, menuju salah satu Stasiun LRT Jakarta. 

E-Ticket akan divalidasi oleh petugas di loket stasiun dan ditukarkan dengan tiket Single Journey Trip (SJT) sebagai akses masuk penumpang ke area berbayar (paid area) dan melakukan perjalanan dengan LRT Jakarta. Setibanya di stasiun tujuan, SJT akan diminta kembali oleh petugas di gerbang tiket keluar. "Stasiun pengangsaan masih dalam proses pembangunan," bebernya.

Pada saat mengikuti uji publik, masyarakat diimbau untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama, di antaranya dengan menjaga kebersihan, membudayakan antre, mengutamakan kursi prioritas untuk penyandang disabilitas, wanita hamil, dan lansia, tidak makan dan minum di dalam kereta, tidak memutar musik atau berbicara dengan keras, serta tidak melakukan kampanye politik diseluruh area LRT Jakarta dalam bentuk apapun.

"Uji coba publik tiga hari pertama itu kuotanya 5.000 per hari. Setelah itu kita lepas. Ada enam rangkaian kereta yang beroperasi selama uji coba publik. Kapasitas satu rangkaian itu sekitar 267 orang," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Proyek LRT PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan, operasi komersial LRT hanya tinggal menunggu izin operasional dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Sebab, Kementerian Perhubungan sudah mengeluarkan rekomendasi teknis atas uji coba-uji coba yang dilakukan selama ini. Rekomendasi teknis tersebut menjadi dasar Dinas Perhubungan keluarkan izin operasional.

"Integrasi di Stasiun Velodrome dengan halte bus Transjakarta Rawamangun yang dibangun melalui jembatan penghubung (Skybridge) sudah selesai dibangun. Jadi LRT bisa ke Dukuh Atas," ungkapnya.

Terkait kelanjutan pembangunan LRT, kata Iwan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan studi kajian dan kelayaka. Dimana, untuk kajian studi dari Rawamangun akan diteruskan ke Manggarai dan dari Depo Kelapa Gading diteruskan ke Jakarta International Stadium di kawasan Sarana Rekreasi Olahraga, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

"LRT harus diteruskan supaya dapat melayani mobilitas masyarakat dalam menggunakan angkutan umum," pungkasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menuturkan, rekomendasi teknis yang diberikan Kementerian Perhubungan adalah atas uji coba LRT saat pelaksaan Asian games beberapa waktu lalu. "Jadi dokumennya harus diperbaharui oleh PT Jakpro," ungkapnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, meminta agar Pemprov DKI Jakarta memastikan kelanjutan LRT Fase II. Sebab, apabila operasional LRT hanya Velodrome-Kelapa Gading sejauh 5,6 kilometer, LRT hanya akan menjadi hiasan saja, meskipun terintegrasi dengan Transjakarta. 

Politikus PDIP itu menilai bahwa masyarakat pastinya akan memilih menggunakan transportasi lain apabila ingin ke Dukuh Atas melalui Stasiun Rawamangun. Dimana, moda transportasi tersebut bisa menjemput langsung dari depan rumahnya.  Jok


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.