Kamis, 16 Mei 2019 - 14:18:39 WIB
Oposisi dan Perwakilan Pemerintah Venezuela Bertolak ke NorwegiaKategori: Internasional - Dibaca: 24 kali


Baca Juga:

CARACAS-Perwakilan pemerintah dan oposisi Venezuela dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Norwegia untuk mencari solusi dari kebuntuan politik setelah pemberontakan yang gagal terhadap Presiden Nicolas Maduro. Hal itu diungkapkan oleh empat sumber oposisi yang mengetahui hal tersebut.

Perjalanan itu mengisyaratkan kedua pihak kemungkinan mencari pendekatan baru setelah kegagalan berulang kali dialog antara oposisi dan Partai Sosialis yang berkuasa di tengah krisis politik yang terus meningkat.

Menurut sumber-sumber kelompok oposisi Menteri Informasi Venezuela Jorge Rodriguez dan Gubernur negara bagian Miranda Hector Rodriguez dari Partai Sosialis melakukan perjalanan ke Oslo, Norwegia. Sementara anggota parlemen oposisi Stalin Gonzalez, bersama dengan penasihat politik Gerardo Blyde dan Fernando Martinez juga telah pergi ke Norwegia. 

Norwegia selama ini kerap terlibat dalam mediasi konflik, termasuk bantuan perjanjian damai Kolombia 2016 antara pemerintah dan pemberontak FARC seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/5/2019).

Pada awal Maret lalu Menteri Luar Negeri Norwegia mengatakan pihaknya siap untuk bertindak sebagai mediator atau fasilitator pembicaraan antara pemerintah Venezuela dan oposisi.

Salah satu sumber mengatakan belum ada pertemuan yang dilakukan. Kedua pihak akan bertemu secara terpisah dengan diplomat Norwegia.

Terkait pertemuan itu, Presiden Nicolas Maduro telah memberi sinyal dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi pemerintah. Maduro mengatakan Jorge Rodriguez tengah menyelesaikan misi yang sangat penting di luar negeri, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pemimpin oposisi Juan Guaido pada Januari lalu mengambil alih kepresidenan sementara, menyebut terpilihnya kembali Maduro pada 2018 lalu sebagai penipuan. Lebih dari 50 negara telah mengakui Guaido sebagai presiden sah negara itu, meskipun ia tidak mengendalikan militer atau fungsi dasar pemerintahan.

 

Guaido dan sekelompok perwira menyerukan pasukan bersenjata pada 30 April untuk menggulingkan Maduro. Namun, angkatan bersenjata tidak pernah bergabung dengannya dan kudeta pun gagal.

Pemerintah Maduro menyebut peristiwa itu sebagai upaya kudeta dan menuduh sekitar 10 anggota legislatif oposisi melakukan makar karena bergabung dalam aksi unjuk rasa hari itu.

Venezuela telah menderita hiperinflasi yang telah memicu eksodus sekitar 3,5 juta warganya ke negara lain dalam tiga tahun terakhir. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.