Kamis, 11 April 2019 - 15:17:34 WIB
Pemerintah Kaji Dana Operasional KadesKategori: Nasional - Dibaca: 8 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Pemerintah akan mempertimbangkan pengucuran dana operasional bagi kepala desa (kades). Wacana ini muncul setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dan berdialog dengan kepala desa di Jakarta kemarin. 

Di hadapan Presiden, para kepala desa menceritakan berbagai kesulitan yang dialaminya. Tidak saja harus menjalani tugas selama 24 jam penuh, tapi juga harus mengeluarkan uang pribadi untuk menghadiri undangan dari masyarakat. 

“Kami kepala desa bertugas 24 jam. Kambing beranak diurus, ibu melahirkan urus, ibu hamil urus. Apalagi setiap ada undangan di desa, Pak. Nah ini saya yakin ini aspirasi seluruh ke pala desa di seluruh Indonesia, saya yakin. Undangan dalam satu minggu dua, amplopnya dua, Pak,” ungkap kades di wilayah Sinjunjung, Sumatera Barat (Sumbar), Zuliatman dalam acara Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa Se-Indonesia di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, kemarin. 

Menurut dia, berbagai tugas tersebut tidak sebanding dengan penghasilan tetap (siltap) kades. Apalagi dengan besarnya dana desa, kades dianggap memiliki uang yang besar. “Karena orang tahu bahwa dana di desa ini besar sehingga, ‘Pak Kepala Desa hadir, Pak Kepala Desa hadir.’ Apa yang harus kami beri, sementara siltap hanya segitu,” ungkapnya. 

Presiden Jokowi pun mengaku paham dengan kondisi para kades tersebut. Jokowi mengatakan dapat menangkap apa yang diinginkan para kades. “Saya tahu ke arah mana ini. Saya tahu. Artinya kan ada dana operasional. Benar kan?” katanya. 

Jokowi mengatakan akan segera memutuskan perihal pengadaan dana operasional tersebut. Dia pun belum dapat memastikan besaran dana itu. “Berapa nanti kan tinggal berapanya (dana operasional itu), nanti kita hitung biar jelas,” ungkapnya. 

Menurut dia, dana operasional memang diperlukan untuk menunjang kades dalam melaksanakan tugas. Apalagi ka des sering kali harus menghadiri berbagai undangan masyarakat seperti pernikahan sampai melahirkan. “Kalau yang namanya presidennya desa, kemudian enggak ninggalin apa-apa ya malu. Malu saya tahu,” ujar Jokowi. 

Selain itu mantan Wali Kota Surakarta tersebut mengatakan bahwa kades memiliki tanggung jawab besar karena mengelola anggaran yang tidak sedikit. Apalagi desa selama beberapa tahun ini sudah digelontori anggaran Rp257 triliun. “Dengan demikian diperlukan juga dana operasional untuk kepala desa sehingga mengontrol, mengawasi penggunaan dana desa di lapangan betul-betul bisa efektif,” katanya.

Jangan sampai, lanjut Jokowi, karena keterbatasan anggaran, para kades malah mencari-cari dari sumber-sumber yang ilegal. Maka lebih baik diberi dana operasional yang legal. “Jangan sampai nanti enggak ada dana operasional, dia cari-cari jurus-jurus yang merupakan penyelewengan, iya kan? Lebih bagus yang legal, yang sudah kita tentukan dengan aturan yang ada. Itu lebih baik,” tandasnya. Sin

 

 


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195385)Tampil di Jakarta (26052)Menikah di Bali (25699)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20683)Messi Dirindukan Barcelona (19328)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15734)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15524)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13444)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13066)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12489) INTERNASIONALSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaNEW YORK-Rusia dan sejumlah negara sekutu Venezuela mengatakan, mereka akan menolak rancangan resolusi ...


Trump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%Dua Pria Ditembak di RiyadhBank Dunia Tunjuk David Malpass sebagai Presiden Baru
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot