Jumat, 15 Maret 2019 - 14:37:20 WIB
Dampak Kondisi Global, Ekspor RI Ke China dan AS TurunKategori: Ekbis - Dibaca: 8 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, ekspor nonmigas Indonesia pada Februari 2019 mengalami penurunan 9,85% dibandingkan Januari 2019 dan 10,19% dibandingkan Februari 2018. Penurunan ekspor terbesar terjadi pada tiga negara tujuan utama yaitu Amerika Serikat (AS), China dan Jepang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada Januari 2019, ekspor nonmigas Indonesia ke China sebesar USD1,5 miliar, AS sebesar USD1,2 miliar dan Jepang sebesar USD1,03 miliar. Namun, jika dibandingkan Januari 2019, ekspor ke negara-negara tersebut turun signifikan yaitu ke AS turun 15,79%, China 11,07%, dan Jepang turun 13,57%. 

"Kita mengalami penurunan ekspor terbesar ke Amerika Serikat, China dan Jepang," ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Suhariyanto menjelaskan, ke AS, komoditas ekspor Indonesia yang mengalami penurunan tajam antara lain, lemak dan minyak hewan serta nabati; mesin dan perlengkapan elektris; pakaian dan aksesoris pakaian bukan rajutan serta reaktor nuklir, ketel, mesin peralatan lain.
"Kalau dilihat ada penurunan untuk pakaian bukan rajutan. Yang agak dalam lemak dan minyak hewan atau nabati, kayu dan barang dari kayu. Pakaian jadi dan sepatu olahraga dikirim ke AS tapi ini dipengaruhi oleh musim," kata dia.

Kemudian, komoditas ekspor yang mengalami penurunan ke China antara lain, alas kaki, pelindung kaki; bahan kimia organik; bahan bakar mineral dan minyak mineral serta lemak dan minyak hewan atau nabati.

Sementara ke Jepang, komoditas yang mengalami penurunan antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati; kayu dan barang dari kayu, bahan bakar mineral dan minyak mineral serta alas kaki.

 

Menurut Suhariyanto, penurunan ekspor ini perlu menjadi perhatian pemerintah terutama di tengah situasi perekonomian global di 2019 yang mengalami perlambatan. Sebab jangan sampai penurunan ekspor ke negara tujuan utama ini mempengaruhi kinerja ekspor secara keseluruhan.

"Sesuai dengan prediksi dari lembaga internasional, suasananya agak gloomy, tidak akan terlalu menggembirakan. World Bank misalnya sudah memprediksi perekonomian global turun dari 3% ke 2,9%. AS diperkirakan akan turun dari 2,9% ke 2,5%, demikian juga dengan China. Ini akan menjadi tantangan utama, karena ketika kita ingin menggenjot ekspor, karena terjadi pelemahan global dan masih berfluktuasinya berbagai harga komoditas," tandasnya. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195329)Tampil di Jakarta (26013)Menikah di Bali (25441)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20639)Messi Dirindukan Barcelona (19188)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15572)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13298)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12814)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12467) INTERNASIONALDua Pesawat Rusia Mendarat di VenezuelaCARACAS-Dua pesawat Angkatan Udara Rusia mendarat di bandara utama Venezuela dengan membawa seorang pejabat ...


Venezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASDubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba