Kamis, 14 Maret 2019 - 13:07:50 WIB
AS Hikam: Jadwal Debat Capres-Cawapres Terakhir Sebaiknya DimajukanKategori: Polhukam - Dibaca: 9 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Jadwal debat Pilpres 2019 putaran terakhir atau ke-5 antarcapres-cawapres belum mengakomodasi kepentingan capres-cawapres dan publik. Mengingat, jadwal yang merupakan kesepatan KPU, TKN dan BPN itu terkesan terlalu dekat dengan hari H atau saat pencoblosan pada 17 April 2019.

Pandangan itu disampaikan pakar politik AS Hikam dalam pernyataan yang diterima SINDOnews di Jakarta, Kamis (14/3/2019). "Untuk itu, KPU diimbau untuk meninjau ulang dengan memberi jeda satu pekan, yaitu semula tanggal 13 April menjadi tanggal 8 atau 10 April 2019," kata Hikam. 

Dikatakan, debat pilpres merupakan salah satu komponen terpenting dalam sebuah rangkaian proses pemilihan. “Debat merupakan wahana bagi para paslon untuk menunjukkan dan meyakinkan kepada rakyat Indonesia dan untuk mengetahui secara langsung, apa yang menjadi platform mereka jika terpilih menjadi presiden dan wapres nanti,” ujar AS Hikam.

Debat, kata Hikam, juga menjadi tolok ukur utama terkait dengan kapasitas dan kapabilitas paslon dalam mengkomunikasikan gagasan mereka, termasuk menjawab permasalahan yang mungkin muncul dari pemangku kepentingan, baik penyelenggara negara maupun warga negara. Karena pentingnya debat capres/cawapres tersebut, maka pengaturan jadwal debat harus mencerminkan semangat yang tinggi untuk memberi kesempatan kepada para pelaku (capres/cawapres) melakukan persiapan dan pelaksanaan serta bagi rakyat untuk mencerna dan memahami inti pesan dalam debat.

“Karena itu, KPU perlu membuat pengaturan jadwal debat yang benar-benar efektif dan mampu mengakomodasi kepentingan dari capres/cawapres, calon pemilih, dan rakyat Indonesia pada umumnya. Sebab, acara debat juga merupakan medium pembelajaran dan pendidikan politik bagi warga negara, khusunya generasi muda,” kata AS Hikam.

Menurut dia, rakyat perlu diberi waktu untuk mencerna dan melakukan pendalaman setelah debat terakhir, termasuk mengikuti pandangan-pandangan yang muncul dari media arus utama dan media sosial mengenai isi perdebatan dan bagaimana kedua paslon menyampaikan isi tersebut. Jika debat terlalu dekat dengan hari pencoblosan, sulit untuk menghindarkan kesan bahwa debat hanya semacam formalitas dan bukan hal yang esensial dalam rangkaian pilpres. Jok

 

 


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195329)Tampil di Jakarta (26013)Menikah di Bali (25441)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20639)Messi Dirindukan Barcelona (19188)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15572)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13298)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12814)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12467) INTERNASIONALDua Pesawat Rusia Mendarat di VenezuelaCARACAS-Dua pesawat Angkatan Udara Rusia mendarat di bandara utama Venezuela dengan membawa seorang pejabat ...


Venezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASDubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba