Rabu, 13 Maret 2019 - 18:23:58 WIB
Pembukaan Jalan R3 Bogor Makin Tak MenentuKategori: Daerah - Dibaca: 8 kali


Baca Juga:

BOGOR-Penutupan Jalan Ring Road Regional (R3) di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur, Kota Bogor, semakin tak menentu. Musyawarah ketiga antara Pemkot Bogor dan ahli waris Siti Khadijah selaku pemilik lahan seluas 1.987 meter persegi itu berakhir deadlock dan kembali diserahkan ke pengadilan negeri.

Kuasa hukum pemilik lahan, Herli Hermawan, mengatakan akan mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri Bogor setelah musyawarah deadlock. "Kami dikasih waktu selama 14 hari untuk mengajukan keberatan ke PN. Itu semua berdasarkan peraturan perundang-undangan," ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Herli mengatakan, Pemkot Bogor, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sebagai pemberi kerja kepada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), dinilai tidak taat dan patuh dalam melaksanakan putusan pengadilan.

"Jika mengacu pada putusan nomor 64/Pdt.G/2018/PN Bogor, pihak PUPR tidak menjalankan pasal 3 ayat 3 yang menjelaskan bahwa tergugat mesti melakukan pembayaran kompensasi mulai Juni 2014 hingga akhir 2018. Kami baru tahu tadi," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, mengatakan, musyawarah hari ini sebetulnya untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya. Awalnya musyawarah berjalan dengan lancar.

"Mereka melalui kuasa hukumnya ingin mendapatkan penjelasan secara detail, baik tersirat maupun tersurat, berkaitan dengan ada atau tidaknya kompensasi penggantian lahan sejak 2014-2018," jelasnya.

Dalam musyawarah, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) sudah sangat detail menjelaskan dan menginformasikan regulasi maupun metode appraisal sehingga bisa dipahami berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) dari Dinas PUPR. 

"Hari ini saya mewakili Pemkot sudah menawarkan kepada pemilik lahan dan tadi sempat pemilik lahan minta waktu 10-15 menit di tengah pertemuan untuk berunding. Mereka memutuskan tidak sepakat terhadap apa yang ditawarkan Pemkot Bogor. Oleh karena itu, suka tidak suka, maka dibuat berita acara," ungkapnya.

Terkait adanya aspirasi warga yang berdemontrasi ke Jalan R3 untuk meminta Pemkot Bogor segera membuka akses jalan tersebut, pihaknya sangat memahami bahwa itu adalah aspirasi dan mereka juga sempat audiensi ke Balai Kota Bogor.

"Kami akan mengirim surat yang berisi agar nantinya pemilik lahan bersedia membuka sementara jalur tersebut yang kini sedang ditutup. Mudah-mudahan segera dijawab," tandasnya. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195329)Tampil di Jakarta (26013)Menikah di Bali (25441)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20639)Messi Dirindukan Barcelona (19188)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15572)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13298)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12814)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12467) INTERNASIONALDua Pesawat Rusia Mendarat di VenezuelaCARACAS-Dua pesawat Angkatan Udara Rusia mendarat di bandara utama Venezuela dengan membawa seorang pejabat ...


Venezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASDubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba