Senin, 11 Maret 2019 - 13:02:18 WIB
Rupiah Dibuka Merosot Tajam Sentuh Level Rp14.223Kategori: Ekbis - Dibaca: 14 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (8/3/2019) merosot sangat tajam hingga menyentuh level Rp14.223/USD setelah liburan. Kejatuhan mata uang Garuda mengiringi euro yang juga terkapar mendekati level terburuknya dalam 21 bulan. 

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka anjlok menjadi Rp14.223/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam sangat dalam untuk meneruskan kinerja negatif kemarin Rp14.129/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga merosot ke posisi Rp14.220/USD. Rupiah menunjukkan terus memburuk di akhir pekan untuk menjadi sinyal pelemahan lanjutan usai sebelumnya parkir di level Rp14.140/USD. 

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi juga ambruk menjadi Rp14.230/USD dengan pergerakan harian Rp14.124 hingga Rp14.230/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal keterpurukan rupiah dibandingkan kemarin Rp14.140/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange melemah semakin parah ke level Rp14.234/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.142/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.220-Rp14.234/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Euro mendekati level terendah 21 bulan setelah ECB dovish dan menjelang rilis data pekerjaan A.S. Mata uang tunggal, euro masih berjuang di dekat level terendah 21-bulan terhadap dolar pada perdagangan Jumat. 

Euro tertekan oleh serangkaian sinyal dovish dari Bank Sentral Eropa, dengan pasar mata uang bersiap untuk volatilitas lebih lanjut menjelang data pekerjaan AS yang bakal dirilis hari ini. Sedikit berubah, euro terpantau berada pada level 1,1197 terhadap dolar AS setelah jatuh 1% pada hari Kamis, kemarin untuk menyentuh 1,1176 per USD dan menjadi yang terendah sejak Juni 2017. 

 

Mata uang euro tercatat telah turun 1,5% sepanjang minggu ini. Euro mendapat pukulan besar kemarin, setelah ECB menunda kembali kenaikan suku bunga pertama pasca-krisis hingga 2020, memangkas perkiraan ekonominya dan meluncurkan putaran baru pinjaman bank murah.

Sedangkan Indeks dolar terhadap enam mata uang utama lainnya bertengger di level 97.622. Indeks melonjak 0,75% pada sesi perdagangan Kamis, untuk menyapu puncak tertinggi tiga bulan dekat 97,71 dan menuju kenaikan mingguan 1,2%. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195329)Tampil di Jakarta (26013)Menikah di Bali (25441)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20639)Messi Dirindukan Barcelona (19188)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15572)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13298)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12814)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12467) INTERNASIONALDua Pesawat Rusia Mendarat di VenezuelaCARACAS-Dua pesawat Angkatan Udara Rusia mendarat di bandara utama Venezuela dengan membawa seorang pejabat ...


Venezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASDubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba