Selasa, 05 Maret 2019 - 16:42:26 WIB
Rupiah Dibuka Mixed Saat Dolar Dekati Level Tertinggi Kategori: Ekbis - Dibaca: 15 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (5/3/2019) dibuka mixed untuk mencoba bangkit usai mengalami tekanan awal pekan kemarin. Tren penyusutan kurs rupiah mengiringi dolar yang melaju mendekati level terbaiknya dalam dua pekan. 

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka sedikit membaik ke posisi Rp14.146/USD. Level tersebut memperlihatkan rupiah mencoba pulih usai kinerja negatif kemarin Rp14.149/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga naik tipis menjadi Rp14.142/USD. Rupiah menunjukkan perbaikan pada hari kedua pekan ini untuk menjadi sinyal perlawanan usai sebelumnya parkir di level Rp14.145/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi masih tergelincir ke level Rp14.145/USD dengan pergerakan harian Rp14.120 hingga Rp14.150/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal keterpurukan rupiah dibandingkan kemarin Rp14.125/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange melemah ke level Rp14.137/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp14.130/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.136-Rp14.154/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, dolar berada di dekat level tertinggi dua minggu terhadap rival utamanya pada perdagangan hari Selasa, didukung oleh ekonomi yang kuat dan pelemahan euro menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa.

Imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi membuat tawaran terhadap dolar tetap baik, dan meskipun tingkat suku bunga turun dari nilai tertinggi. Para pelaku pasar memperkirakan greenback lebih kuat daripada beberapa mata uang lainnya.

 

Indeks dolar versus enam mata uang utama berada di level 96.668 setelah mencapai posisi 96.816 pada sesi hari sebelumnya, atau menjadi yang terkuat sejak 19 Februari. Sedangkan Euro sedikit berubah pada level 1,1337 saat melawan USD setelah merosot 0,25% setelah sempat merosot dan menyentuh level terendah 11 hari di 1,1309.

Sementara dolar menguat terhadap euro, dolar justru berada pada posisi defensif versus yen karena penghindaran risiko di pasar ekuitas mendukung mata uang Jepang. Terpantau Dolar mendatar di posisi 111,81 terhadap yen setelah turun 0,15% ketika Yen menarik tawaran pada saat volatilitas pasar dan ketegangan politik. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195329)Tampil di Jakarta (26013)Menikah di Bali (25441)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20639)Messi Dirindukan Barcelona (19188)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15572)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15496)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13297)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12814)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12467) INTERNASIONALDua Pesawat Rusia Mendarat di VenezuelaCARACAS-Dua pesawat Angkatan Udara Rusia mendarat di bandara utama Venezuela dengan membawa seorang pejabat ...


Venezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASDubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas Golan
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba