Rabu, 06 Februari 2019 - 16:28:01 WIB
Samsat Jakbar Buru 24 Mobil Mewah Penunggak Pajak Kategori: Ibu Kota - Dibaca: 66 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Samsat Jakarta Barat hingga kini masih memburu wajib pajak pemilik 24 mobil mewah yang belum membayarkan pajak kendaraan bermotor. Dari 24 mobil mewah ini nilai tunggakan pajak mencapai Rp2,4 miliar. 

Kepala Unit Pelayanan PKB dan BBNKN Jakarta Barat, Eling Hartono mengatakan, 24 mobil itu terdiri dari sejumlah mobil merek Ferrari, Rolls Royce, Bentley, Lamborghini, Mercedes Benz, Porsche, BMW, Maybach, Maserati dan Audi. “Kami akan datangi rumah mereka satu persatu. Menyisir penunggak pajak,” kata Eling saat dikonfirmasi pada Rabu (6/2/2019).

Eling mengungkapkan, sejak 29 Januari 2019 lalu, pihaknya telah melayangkan surat kepada pemilik kendaraan itu dengan total tunggakan mencapai Rp2.422.251.250 dan denda Rp384.925.300. Dalam pola door to door yang dilakukan Samsat Jakarta Barat beberapa waktu lalu, Eling melanjutkan pemilik mobil Bentley yang teregistrasi atas nama Zulkifli beralamat di Jalan Mangga Besar IVA Taman Sari, Jakarta Barat telah disambangi.

Rumah Zulkifli berada di gang sempit, sehingga tak memungkinkan dia memiliki mobil Bentley yang ditaksir di atas Rp1 miliar. Zulkifli merasa kaget ketika ditagih pajak mobil mewah itu dan akhirnya memblokir kendaraan tersebut.

Berdasarkan keterangan Abdul Manaf, ayah Zulkifli, mengakui pernah memberikan KTP Zulkifli dan dirinya kepada seseorang dengan imbalan Rp125.000. "Modus semacam ini sering kali dilakukan pemilik mobil mewah untuk mendapatkan registrasi palsu. Dengan cara demikian pemilik kerap kali tak membayar pajak, sehingga petugas kemudian mengejar alamat yang terigristrasi di STNK kendaraan," ujarnya.

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah Pemprov DKI Jakarta, Faisal Syafruddin dikonfirmasi terpisah mengakui telah memerintahkan kepada sejumlah kepala Samsat untuk melakukan penagihan terhadap pemilik kendaraan mewah. Di tahun 2019, Pemprov DKI menargetkan pendapatan pajak mencapai Rp44,18 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2018 yang menargetkan Rp38,1 triliiun.

Besarnya angka itu tercatat dari pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp8,8 triliun, bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) sebesar Rp5,4 triliun, dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar Rp1,27 triliun.

Kemudian pajak hotel sebesar Rp1,8 triliun, pajak restoran sebesar Rp3,55 triliun, pajak hiburan sebesar Rp900 miliar, pajak reklame sebesar Rp1,05 triliun. Selain itu, pajak penerangan jalan sebesar Rp810 miliar, pajak air tanah sebesar Rp145 miliar, pajak parkir sebesar Rp750 miliar, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) sebesar Rp9,5 triliun, pajak bumi bangunan (PBB) sebesar Rp9,65 triliun, dan pajak rokok sebesar Rp550 miliar.

“Makanya kami melakukan tindakan. Salah satunya dengan menyegel beberapa reklame yang tercatat belum membayar pajak,” ucap Faisal. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.