Rabu, 06 Februari 2019 - 16:21:30 WIB
Mantan Seskab Jelaskan Propaganda Rusia yang Disebut JokowiKategori: Polhukam - Dibaca: 79 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Pernyataan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut adanya tim sukses yang menerapkan propaganda Rusia menuai reaksi beragam di masyarakat. Bahkan, Kedutaan Besar Rusia di Indonesia ikut memberikan pernyataan soal tersebut. 

Ketua Tim Cakra 19, Andi Widjajanto menjelaskan, propaganda Rusia yang dimaksud Jokowi mengarah ke modus operandi yang dikenal sebagai operasi semburan fitnah (firehose of falsehood). "Operasi ini digunakan Rusia antara tahun 2012-2017 dalam krisis Crimea, konflik Ukraina, dan perang sipil di Suriah," ujar Andi kepada wartawan, Selasa 5 Februari 2019.

Mantan Sekretaris Kabinet (Seskab) itu menjelaskan, di Rusia, modus operandi ini sudah muncul di dekade 1870-an melalui gerakan Narodniki. Menurut dia, gerakan ini pernah dilakukan untuk menjatuhkan Czar Rusia dengan cara terus menerus memunculkan isu-isu negatif. "Hasilnya, muncul ketidakpercayaan masif dari rakyat Rusia terhadap sistem politik yang kemudian dikapitalisasi oleh Lenin di Revolusi Oktober 1917," tuturnya. (

Andi menjelaskan, evolusi paling mutakhir dari modus operandi ini muncul di beberapa pemilihan umum seperti Amerika Serikat, Brazil, dan Brexit. Dalam tarung pilpres antara Donald Trump melawan Hillary Clinton, strategi semburan fitnah ini mencapai puncaknya. 

Dia menganggap, ada pelibatan konsultan politik Roger Stone yang danggap jago dalam menebar kampanye negatif yang sangat ofensif melalui tiga taktik: serang, serang, serang. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.