Senin, 04 Februari 2019 - 18:44:44 WIB
KPK Akan Evaluasi Sistem Pengamanan PenyidikKategori: Nasional - Dibaca: 35 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, akan mengevaluasi sistem pengaman setelah dua pegawainya mengalami insiden pengeroyokan pada Minggu 3 Februari 2019 dini hari.

"Proses pengamanan yang sudah ada, akan kami evaluasi," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada wartawan, Senin (4/2/2019).

Saut menilai, sistem pengamanan ideal adalah yang bisa merespons secara cepat ketika penyidik merasa terancam saat sedang bertugas di lapangan. 

"Sehingga ketika sudah ada ancaman, akan cepat terlindungi. Apalagi, tugas seorang penyidik bisa berpindah-pindah sesuai wilayah terjadinya suatu kasus," jelasnya.

Dikesempatan yang berbeda, Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dua pimpinannya telah menyusun rencana kerja yang lebih rinci terkait risiko pengamanan hingga penguatan kelembagaan.

"Ini artinya bisa berbentuk biro atau unit, concern memperhatikan penguatan pengamanan tidak hanya fisik tapi juga data dan informasi termasuk aset KPK," ujar Febri kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Diketahui, KPK telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap 2 orang pegawai KPK yang sedang bertugas ke Polda Metro Jaya, pada Minggu 3 Februari 2019.

 

Dugaan penganiayaan dimulai dari menjelang tengah malam kemarin (Sabtu, 2 Februari 2019) di Hotel Borobudur, Jakarta. Saat itu Pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi.

 

Sebelum penganiayaan itu terjadi, kata Febri, sedang ada rapat pembahasan hasil review Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait RAPBD Papua Tahun Anggaran 2019. Pembahasan dilakukan antara pihak pemerintah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP).

"Dua Pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK," ungkap Febri.

Untuk memastikan kondisi dan kesehatan kedua pegawainya, KPK telah membawa keduanya ke Rumah Sakit untuk dilakukan visum.


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195388)Tampil di Jakarta (26054)Menikah di Bali (25716)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20686)Messi Dirindukan Barcelona (19353)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15743)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15528)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13455)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13078)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12491) INTERNASIONALJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35TOKYO-Jatuhnya sebuah jet tempur siluman F-35A Jepang baru-baru ini tidak akan menghentikan rencana Tokyo ...


Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot