Senin, 04 Februari 2019 - 18:36:28 WIB
Tuntutan AMT ke Pertamina Akan Bebani NegaraKategori: Ekbis - Dibaca: 40 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Tuntutan mantan Awak Mobil Tangki (AMT) yang sebenarnya dipekerjakan berdasarkan kontrak oleh perusahaan mitra PT Pertamina patra Niaga agar dijadikan karyawan anak usaha BUMN energi tersebut dinilai akan membebani negara jika diberi lampu hijau.

"Para AMT itu bukan karyawan yang berkontrak kerja langsung dengan Pertamina sebagai BUMN, tetapi adalah karyawan perusahaan lain yang bekerja sama dengan Pertamina untuk tenaga sopir mobil tangki," ujar pengamat ekonomi Deviyan Cori di Jakarta, Senin (4/2/2019).

karena itu, tegas dia, apabila Presiden memenuhi tuntutan mantan AMT yang dikontrak PT Garda Utama Nasional (GUN) itu, maka akan jadi preseden buruk bagi terbukanya peluang tuntutan yang sama oleh karyawan tidak tetap lainnya yang mungkin jumlahnya jauh lebih besar. Tentunya, kata dia, hal ini akan merugikan keuangan BUMN dan negara.

Jika ingin menuntut menjadi karyawan tetap, tegas Deviyan, maka lebih tepat diajukan ke PT GUN sebagai perusahaan yang dulu merekrut mereka untuk dipekerjakan sebagai sopir tangki. 

"Tuntutan mantan AMT kontrak itu tidak tepat sasaran. Terlalu jauh apabila permasalahan teknis manajerial ini kemudian diselesaikan Istana," tegasnya.

Deviyan juga berharap dari kasus demonstrasi mantan AMT kontrak dari perusahaan rekanan ini ada langkah-langkah perbaikan dalam menata hubungan pekerja dan manajemen dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Termasuk adalah yang berkaitan dengan tenaga kerja waktu tertentu (outsourcing) yang merupakan kerja sama antara perusahaan penerima kontrak kerja dengan perusahaan pemberi kerja pada perusahaan lain (rekanan).

"Pertamina secara umum sudah tak ada kaitannya lagi dan tak sesuai undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan jika memenuhi tuntutan mantan AMT ini," tegas Deviyan.

Pertamina, kata Deviyan, dalam hal hubungan ketenagakerjaan dengan mantan AMT ini tak bertanggung jawab untuk memenuhi tuntutan mereka. Apabila dipenuhi, imbuh dia, justru akan melanggar ketentuan penerimaan karyawan tetap yang berlaku umum.

 

Sementara Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam yakin, sikap pemerintah terkait tuntutan para mantan AMT ini akan hati-hati. Pemerintah, kata dia, tidak akan mengangkat mantan karyawan kontrak PT GUN tersebut menjadi pegawai Pertamina. Sebab, jika tuntutan AMT dipenuhi, maka semua karyawan yang menjadi mitra Pertamina akan bisa menuntut hal yang sama.

"Hubungan kerja mereka bukan dengan Pertamina tetapi PT GUN dan perusahaan ini bukan anak perusahaan Pertamina. Kerja sama PT GUN dengan Pertamina merupakan kerja sama business to business," tegasnya. Sin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195388)Tampil di Jakarta (26054)Menikah di Bali (25716)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20686)Messi Dirindukan Barcelona (19353)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15743)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15528)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13455)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13078)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12491) INTERNASIONALJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35TOKYO-Jatuhnya sebuah jet tempur siluman F-35A Jepang baru-baru ini tidak akan menghentikan rencana Tokyo ...


Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot