Selasa, 29 Januari 2019 - 21:12:13 WIB
Dampak Penyesuaian Suku Bunga Butuh 1,5 TahunKategori: Ekbis - Dibaca: 42 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Sepanjang tahun 2018, Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan atau BI 7 – Day Reverse Repo Rate sebanyak enam kali. Dari Mei hingga Desember, suku bunga acuan naik 175 bps dari 4,50% menjadi 6,00%. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dampak penyesuaian suku bunga acuan terhadap perekonomian setidaknya membutuhkan waktu selama enam kuartal atau sekitar 1,5 tahun. Hal ini berdasarkan Kebijakan suku bunga acuan ini dilakukan melalui pendekatan pre-emptive untuk menyikapi perkembangan ekonomi global.

" Dengan kebijakan-kebijakan dengan preempetive dan fwd looking, suku bunga acuan BI udah hampir mencapai puncaknya dan itu akan review di RDG bulanan yang akan datang. Dampak kenaikan suku bunga ke inflasi serta ekonomi memerlukan jangka waktu enam kuartal atau 1,5 tahun," ujar Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Sambung dia, arus modal yang meningkat mendorong stabilitas pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Tentunya rupiah yang bergerak stabil dan cenderung menguat akan menjaga fundamental ekonomi semakin kuat.

"Arus modal asing itu, investasi portofolio, baik itu di SBN, saham itu terus naik. Bahkan di tahun ini terus berlangsung dan mendukung salah satu stabilitas dari sisi nilai tukar," tandasnya.
 
Perry menambahkan, alasan kenaikan suku bunga acuan yang agresif dilakukan BI agar mendorong penurunan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), serta memberikan imbal hasil yang baik bagi instrumen keuangan negara.

"Sebagai bauran kebijakan pada naikkan subung, kita kendorkan likuiditas. Makanya, kita kendorkan likuiditas. Tahun lalu likuiditas cukup, November kendorkan aturan-aturan likuditasnya," jelasnya. Sin

0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195388)Tampil di Jakarta (26054)Menikah di Bali (25716)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20686)Messi Dirindukan Barcelona (19353)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15743)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15528)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13455)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13078)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12491) INTERNASIONALJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35TOKYO-Jatuhnya sebuah jet tempur siluman F-35A Jepang baru-baru ini tidak akan menghentikan rencana Tokyo ...


Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot