Selasa, 08 Januari 2019 - 12:56:35 WIB
Prabowo Kunjungi Korban Gempa Tsunami di SultengKategori: Daerah - Dibaca: 30 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi para korban bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (8/1/2019) hari ini. 

Prabowo juga bakal berdialog dengan masyarakat terkena gempa dan tsunami di tenda pengungsian di Desa Mpanau, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. 

"Siang ini Pak Prabowo akan berkunjung dan bersilahturahmi dengan para korban gempa, tsunami, dan likuifaksi yang kini tinggal di tenda pengungsian yang berada di Desa Mpanau, Kabupaten Sigi. Dan Pak Prabowo juga akan berdialog dengan mereka," kata Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Abdul Karim Aljufri dalam keterangannya, Selasa (8/1/2019). 

Dia melanjutkan, Prabowo juga akan memantau perkembangan penyaluran bantuan dari Partai Gerindra untuk para korban bencana di wilayah tersebut. 

"Sebab sehari setelah bencana alam menghantam Palu, Donggala dan Sigi, Pak Prabowo telah memerintahkan seluruh kader Partai Gerindra untuk turun dan memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Sulteng," kata Koordinator Regional wilayah Sulawesi DPP Partai Gerindra itu.

Sehingga, kata dia, kehadiran Prabowo di sana juga untuk melihat perkembangan penyaluran bantuan yang diberikan Gerindra untuk para korban.

Dia menjelaskan, beberapa hari setelah terjadinya bencana alam, Gerindra langsung mendirikan dapur umum dengan melayani 2.000 packs per hari untuk para korban. Kemudian disusul dengan pengiriman sebanyak 24 tenda pengungsian yang akhirnya menjadi kamp hunian sementara yang dihuni warga sekitar di desa Mpanau, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kini lokasi tersebut diberi nama camp Garuda Yaksa. 
 
Abdul menjelaskan, Gerindra juga membangun fasilitas MCK atau toilet umum untuk para korban bencana di lokasi tersebut. Sebab hingga kini mereka sangat sulit mendapatkan air bersih pasca bencana alam tersebut. 

"Yang tinggal di tenda pengungsian kamp Garuda Yaksa saat ini sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 196 jiwa. Mereka yang tinggal disana merupakan masyarakat korban gempa, tsunami, dan likuifaksi yang berasal dari beberapa desa di wilayah Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi," papar Abdul yang juga merupakan calon anggota legislatif DPRD Provinsi Sulawesi Tengah daerah pemilihan Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala itu. Sin

0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195317)Tampil di Jakarta (26006)Menikah di Bali (25386)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20632)Messi Dirindukan Barcelona (19178)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15545)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15488)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13274)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12805)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12464) INTERNASIONALRibuan Orang Bakal Hadiri Salat Jumat di Masjid ChristchurchWELLINGTON-Ribuan orang diperkirakan akan menghadiri salat Jumat di Masjid al-Noor, Christchurch, ketika ...


Raja Salman Luncurkan Proyek Hiburan Senilai Rp327,3 TriliunAI: Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan Warga SipilMotif Teror Penembakan Utrecht Terungkap dalam Sebuah SuratErdogan Ancam Teroris Kushner Usulkan Yordania-Saudi Tukar GulingBelanda Kibarkan Bendera Setengah TiangPM Selandia Baru Bersumpah Tidak Akan Sebut Nama Teroris Christchurch
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba