Jumat, 21 Desember 2018 - 13:49:49 WIB
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas Diberhentikan SementaraKategori: Polhukam - Dibaca: 90 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas diberhentikan sementara oleh Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Daerah (BK DPD) sebagai anggota DPD. Selain malas, istri Sri Sultan Hamengkubuwono X itu dinilai juga melanggar UU MD3, Tata Tertib DPD RI dan Kode Etik yang berlaku di DPD RI.

Kepastian pemberhentian sementara GKR Hemas disampaikan Ketua BK DPD RI Mervin S Komber dalam Sidang Paripurna DPD RI, Kamis (20/12/2018). Hemas diberhentikan karena sudah lebih 6 kali tidak pernah menghadiri sidang paripurna DPD RI serta sudah melewati tahapan sanksi lainnya.

"Berdasarkan hasil sidang etik dan juga keputusan pleno Badan Kehormatan DPD RI, telah ditemukan data 12 kali secara berturut-turut tidak menghadiri sidang paripurna DPD RI," kata Mervin dalam pesannya yang dikirim, Kamis (20/12/2018)


Ternyata bukan GKR Hemas saja yang dijatuhi hukuman sama. Senator dari Provinsi Riau Maimana Umar juga bernasib serupa. Beberapa anggota DPD lain juga mendapat sanksi ringan berupa peringatan tertulis.

Menurut Mervin, BK DPD menjatuhkan saksi pemberhentian sementara kepada kedua senator karena terbukti telah melanggar UU MD3, Tata Tertib dan Kode Etik yang berlaku di DPD RI. "Kami juga sudah menjatuhkan sanksi peringatan lisan, tapi tidak ada perubahan dan dilanjutkan dengan sanksi tertulis. Sesuai dengan aturan yang berlaku maka kemudian dijatuhkan sanksi pemberhentian sementara," kata senator asal Papua Barat ini.

Hukuman untuk GKR Hemas diikuti dengan persyaratan pemulihan status sebagai anggota DPD RI, yaitu berupa permintaan maaf secara lisan dan tertulis di Sidang Paripurna DPD RI dan juga wajib meminta maaf di media massa lokal dan nasional kepada masyarakat yang diwakilinya.

"Sanksi pemberhentian sementara tidak hanya berlaku untuk Bu Hemas dan Bu Maimana. Sebelumnya senator Bali Arya Wedakarna juga sudah kena sanksi sama dan beliau menjalani semuanya dan dipulihkan. Jadi berlaku setara untuk semua," ujar Mervin.

 

Menurut Mervin, BK juga sebelumnya sempat menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara kepada senator Sumatera Barat Jeffrie Geovanie. Namun yang bersangkutan memilih mengundurkan diri dan berhenti sebagai anggota DPD RI.

"Jadi jangan dibaca lain, ini upaya penegakan disiplin dan perbaikan citra lembaga. Kami di BK tegak lurus kepada aturan yang berlaku. Anggota BK pun beberapa kena sanksi sesuai tingkatan, termasuk Bu Maimana. Semua sama di depan hukum, tidak ada yang diistimewakan," kata Mervin.

Langkah BK ini seiring dengan upaya penertiban anggota DPD agar bisa bekerja maksimal mewakili daerah pemilihannya memperjuangkan aspirasi daerah. "Jangan sampai uang rakyat dan amanat rakyat disia-siakan sehingga bisa menurunkan kepercayaan rakyat kepada lembaga DPD RI," katanya.


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195325)Tampil di Jakarta (26010)Menikah di Bali (25430)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20636)Messi Dirindukan Barcelona (19186)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15555)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15492)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13294)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12808)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12465) INTERNASIONALVenezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASWASHINGTON-Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada bank pembangunan nasional Venezuela dan empat ...


Dubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas GolanRibuan Orang Bakal Hadiri Salat Jumat di Masjid Christchurch
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba