Senin, 17 Desember 2018 - 15:28:07 WIB
Australia Keluarkan Travel Warning ke IndonesiaKategori: Internasional - Dibaca: 51 kali


Baca Juga:

CANBERRA-Pemerintah Australia, pada hari Sabtu (15/12/2018), mengeluarkan travel warning untuk para warganya yang akan bepergian dan berada di Indonesia. Peringatan waspada itu dikeluarkan setelah pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel.

Imbauan waspada bagi pelancong Australia dikeluarkan Smart Traveller Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia yang dipublikasikan di Twitter.

"Latih tingkat kehati-hatian yang tinggi di Indonesia, termasuk di Bali, Surabaya dan Jakarta, karena tingginya ancaman serangan teroris. Perhatikan keamanan pribadi Anda setiap saat," bunyi travel warning tersebut, yang dikutip SINDOnews.com dari akun Twitter resminya, @Smartraveller.

"Hindari protes, demonstrasi dan reli, yang dapat berubah menjadi kekerasan tanpa peringatan. Demonstrasi telah diadakan dalam beberapa minggu terakhir di sekitar Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya. Protes dapat berlanjut di Kedutaan Besar di Jakarta atau di Australia. Konsulat Jenderal di Surabaya, Bali dan Makassar. Waspadai lingkungan Anda," lanjut travel warning tersebut.

Peringatan itu muncul ketika Perdana Menteri Scott Morrison membenarkan perubahan dalam kebijakan pemerintah Australia di Timur Tengah dengan mengakui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel.

Namun, Morrison mengatakan, setiap relokasi Kedutaan Australia di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem akan ditunda sampai ada penyelesaian perdamaian dalam konflik Israel-Palestina.

Keputusan yang diumumkan pada Shabbat—hari doa dan istirahat kaum Yahudi—disambut oleh kelompok-kelompok Yahudi dengan badan perwakilan tertinggi Dewan Eksekutif Yahudi Australia (ECAJ) yang menyebutnya sebagai "terobosan".

Pernyataan bersama yang dibuat oleh para CEO dan Presiden ECAJ, Anton Block, Peter Wertheim dan Alex Ryvchin mengatakan bahwa pengumuman Morrison adalah pengakuan sederhana yang kenyataannya sudah ada sejak tahun 1950. "Perdana Menteri pantas mendapat pujian karena menolak tekanan dari banyak pihak untuk mengambil langkah bahkan yang sederhana ini," bunyi pernyataan mereka.

"Mengakui bahwa pusat pemerintahan Israel terletak di bagian barat kota, yang merupakan wilayah takhta Israel yang tak terbantahkan, tidak berdampak apa pun pada pra-penilaian status masa depan wilayah timur dan bagian lain yang diperebutkan oleh kota Israel itu pada 1967," lanjut pernyataan tersebut, seperti dikutip SBS.com.au.

"Perdana Menteri mencatat bahwa status terakhir Yerusalem, termasuk perbatasannya adalah masalah status final yang harus diselesaikan antara kedua pihak."

Sementara itu, Duta Besar Palestina di Australia, Izzat Abdulhadi, mengatakan keputusan untuk menunda langkah relokasi kedutaan memberikan basis konstruktif untuk membalik posisi kebijakan luar negeri Australia di masa depan.

"Rencana Australia untuk menciptakan pusat pertahanan dan perdagangan di Yerusalem tidak memiliki arti diplomatik dan karenanya, ini adalah titik awal yang baik untuk dengan mudah membatalkan rencana pemindahan kedutaan sama sekali," katanya kepada SBS Arabic24.

Dia menambahkan bahwa kerangka Morrison tentang masalah ini sebagai pengakuan Yerusalem Timur dan Barat sejalan dengan solusi dua negara tidak sesuai dengan posisi resmi Israel. Bin


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195325)Tampil di Jakarta (26010)Menikah di Bali (25430)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20636)Messi Dirindukan Barcelona (19186)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15555)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15492)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13294)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (12808)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12465) INTERNASIONALVenezuela Dijatuhi Sanksi Oleh ASWASHINGTON-Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada bank pembangunan nasional Venezuela dan empat ...


Dubes Suriah: Dataran Tinggi Golan Akan Tetap Jadi Wilayah SuriahKolombia Usulkan Pemberian Suaka Bagi Tentara Venezuela yang MembelotPutin: Su-57 Rusia Jet Tempur Terbaik di DuniaRusia: Rudal Baru Sarmat Mampu Merobek Setiap Pertahanan RudalKorut Menarik Diri dari Kantor Penghubung Antar KoreaTrump: Saatnya AS Akui Kedaulatan Israel atas GolanRibuan Orang Bakal Hadiri Salat Jumat di Masjid Christchurch
Laporan KhususJokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranJAKARTA-Calon presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa dalam lima tahun ke depan ...


Suku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih AlotSegera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba