Jumat, 07 Desember 2018 - 10:55:57 WIB
Penghitungan Suara Pemilu 2019, KPU Tetap Gunakan Metode ManualKategori: Nasional - Dibaca: 50 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih tetap akan menggunakan metode perhitungan manual dalam penghitungan suara pada Pemilu 2019. Hal tersebut tidak terlalu bermasalah dalam hasil hitungan akhir dari KPU jika ditemukan kesalahan sistem pengamanan atau dapat diretas pada proses pemilihan.

Komisioner KPU Viryan Aziz menyampaikan, perolehan suara pada pemilu dihitung dan ditetapkan secara manual. "Poin pentingnya adalah Pemilu 2019 bukan pemilu elektronik. Pemilu 2019 adalah pemilu manual seperti pemilu sebelumnya," ucapnya, Kamis (6/12/2018), seperti dikutip dari laman Sindonews.com.

Menurut dia, Indonesia belum bisa menggunakan sistem pemilu seperti di negara maju yang menggunakan metode elektronik dan rentan diretas. Sebab negara maju sudah mempunyai infrastruktur pendukung, sehingga mampu mengatasi hal tersebut. Tentu berbeda dengan Indonesia yang belum memiliki infrastruktur IT yang memadai.

"Itu sesuatu hal yang wajar. Dalam artian, semangat bagi kami adalah perhatian dari banyak pihak semakin tinggi pada KPU, sehingga mampu melakukan pekerjaan terbaik secara bersamaan," ungkapnya.

Jika penyampaian informasi soal penghitungan manual masih dilakukan dengan cara lama, maka pemilih milenial tidak akan tertarik. KPU akan terus mengoptimalkan layanan teknologi informasi yang ada. Peningkatan sistem keamanan juga dilakukan guna menghindari polemik di ruang publik.

"Sekarang memang semuanya serba digital. Itu dekat dengan generasi milenial. Mungkin kita butuh nama penyampaian informasi yang tepat agar kekinian," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman mengimbau peserta pemilu untuk lebih sering terjun langsung ke lapangan, salah satunya dengan melakukan pembatasan jumlah APK yang difasilitasi KPU. 

 

Menurut dia, penting bagi peserta pemilu untuk memperbanyak metode kampanye tatap muka, supaya pemilih dapat mengenal calon wakil maupun pemimpin mereka. 

Dia menilai metode kampanye tatap muka dapat mendekatkan calon dengan konstituennya. Selain itu, metode ini bisa memberi pelajaran politik kepada masyarakat. "KPU ingin metode itu (tatap muka) yang dilakukan. Bertemu konstituen, jadi tidak ada lagi konstituen milih calon tetapi dia tidak mengerti calon dia pilih," pungkasnya. Lia


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195387)Tampil di Jakarta (26053)Menikah di Bali (25707)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20685)Messi Dirindukan Barcelona (19344)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15741)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15527)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13451)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13077)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12490) INTERNASIONALJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35TOKYO-Jatuhnya sebuah jet tempur siluman F-35A Jepang baru-baru ini tidak akan menghentikan rencana Tokyo ...


Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan FilipinaJejak Kasus yang Membelit Pendiri WikiLeaks Julian AssangePerang Dagang hingga Brexit Bikin Ekonomi Global Lesu ke 3,3%
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot