Kamis, 25 April 2019,


Selasa, 04 Desember 2018 - 16:35:28 WIB
Kerusuhan di Kabupaten Nduga, Papua, Menhan Bertanggung JawabKategori: Nasional - Dibaca: 49 kali


Baca Juga:

JAKARTA-Sebanyak 31 pekerja yang tengah membangun jembatan Habema-Mugi, Kabupaten Nduga, Papua tewas dibantai Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengaku bertanggung jawab atas pembantaian 31 pekerja PT Istaka Karya itu. 

Apalagi korban tewas dalam peristiwa itu sangat banyak. "Ya kalau masalah itu sudah terjurus besar, sampai 30-an itu, saya sebagai Menteri Pertahanan juga bertanggung jawab. Tanggung jawab saya juga, bukan hanya polisi dan tentara saja. Saya bertanggung jawab," kata Ryamizard Ryacudu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12/2018), seperti dilansir dari Sindonews.com.

Menhan akan segera melakukan rapat dengan Polri dan TNI membahas masalah ini. Dia pun memastikan bahwa kelompok bersenjata yang membantai puluhan pekerja itu adalah OPM. "Harus ada jelas siapa berbuat apa. Sudah (teridentifikasi). Masa orang biasa nembak-nembak. OPM," ujarnya.

Ia pun meminta agar helikopter atau pesawat yang lebih besar dikirim ke lokasi untuk mengevakuasi para korban. "Ya segera saja bawa helikopter yang lebih besar, pesawat lebih besar, ke tempatnya," paparnya. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh SINDOnes, pembantaian 31 pekerja jembatan ini diduga akibat salah satu pekerja memfoto kegiatan hari ulang tahun (HUT) OPM pada Sabtu 1 Desember 2018. Akibat pengambilan foto upacara HUT OPM, tersebut membuat kelompok KKSB marah dan membantai para korban tersebut. 

 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, berdasarkan laporan dari lapangan sebanyak 24 orang pekerja dari PT Istaka Karya dibunuh pada Sabtu 1 Desember 2018. Sedangkan delapan lainnya yang sempat menyelamatkan diri dan bersembunyi di salah satu rumah anggota DPRD setempat. Namun mereka pun dan dibunuh pada Minggu 2 Desember 2018) setelah dijemput oleh anggota OPM.  Lia


0 Komentar Pembaca















Isi Komentar:

Nama:
Website:
Komentar:
 
 Masukkan 6 kode di atas.

 



TerpopulerTolak Tampil Untuk The Voice As (195390)Tampil di Jakarta (26056)Menikah di Bali (25734)Pergantian Pangdam IV Diponegoro di Luar Kebiasaan (20689)Messi Dirindukan Barcelona (19362)Inilah Saham Pilihan Pekan Ini (15746)Surya Paloh Doakan Endriartono Menangi Konvensi PD (15530)Isagenix Berkontribusi Wujudkan Masyarakat Lebih Sehat (13457)119 Orang Tewas Akibat Gempa di Meksiko (13086)Nurul Arifin: JK Tutup Pintu Buat Saya (12495) INTERNASIONALThailand Bongkar Rumah Apung Warga ASBANGKOK-Angkatan Laut (AL) Thailand mulai menarik rumah apung milik warga Amerika Serikat (AS) Chad ...


PM Sri Lanka Tak Diberitahu Peringatan TerorJepang Yakinkan AS Tetap Beli Jet Tempur F-35Fakta-fakta dan Kejanggalan dari Tragedi Bom Sri LankaSekutu Caracas Berencana Tolak Resolusi AS Soal VenezuelaTrump Buka Kemungkinan Pertemuan dengan Kim Jong-un Jilid IIIPresiden Ekuador Sebut Assange Peretas yang MalangJet Tempur Milik AS Ikut Latihan Perang dengan Filipina
Laporan KhususRob Clinton Kardinal Sebut Masa Depan Indonesia di Tangan MilenialJAKARTA-Calon Anggota Legislatif Partai Golkar, Rob Clinton Kardinal mengumpulkan seluruh relawan ...


Jokowi Komitmen Genjot Pembangunan SDM Besar-besaranSuku-suku Pedalaman Indonesia yang Menolak ModernisasiInilah Pemenang Lomba Foto Jurnalistik Home Credit Indonesia 2018Aneh, Crowd Control di Inasgoc Diatur Perusahaan SatpamMiss Indonesia Alya Nurshabrina Berbagi Motivasi Berburu Pelangi Abadi di Lereng Gunung SemeruPembentukan Pansus Angket TKA Masih Alot